Tarif AS Menggigit, Pasokan Oil Tetap Jalan?
AS resmi memberlakukan tarif tambahan hingga 50% untuk banyak barang asal India mulai Rabu (27/8) pukul 12:01 a.m. waktu Washington. Kebijakan ini disebut sebagai respons atas keputusan New Delhi terus membeli minyak Rusia. Secara teknis, barang India yang masuk untuk konsumsi setelah tenggat itu dikenai bea tambahan di atas tarif yang sudah berlaku sebelumnya.
Di sisi diplomatik, langkah tersebut mempertegang hubungan AS–India. Pemerintah India menilai dampak langsungnya terbatas, namun mengakui ada efek rambatan ke perekonomian. Di lapangan, kilang-kilang India belum mendapatkan instruksi untuk mengurangi pembelian minyak Rusia, sehingga pelaku pasar menilai alur pasokan tak langsung terganggu dalam jangka sangat pendek.
Dampak ke harga minyak: reaksi awal pasar cenderung terukur. Brent bertahan di area $67–68 dan WTI di $63–64 per barel, dengan premi risiko tetap ada karena potensi friksi lanjutan dan biaya pengalihan arus minyak (rerouting) yang bisa meningkat. Sentimen juga dipengaruhi data AS terbaru—penarikan stok yang moderat dan headline teknologi—sehingga pergerakan harga lebih banyak terjadi dalam rentang sempit.(ayu)
SumbeR: Newsmaker.id