• Mon, Jan 19, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Indonesia News Portal for Traders | Financial & Business Updates

26 August 2025 07:49  |

Trump Temui Presiden Korea Selatan di Tengah Ketegangan Diplomatik

Presiden Donald Trump menerima Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung di Gedung Putih pada Senin, hanya beberapa jam setelah menyatakan di media sosial bahwa AS mungkin akan menghentikan hubungan bisnis dengan Korea Selatan. Dalam unggahannya, Trump menyebut situasi politik di Korea Selatan sebagai "seperti kudeta" dan mempertanyakan legitimasi pemerintahan Lee, yang terpilih setelah pemakzulan Presiden sebelumnya, Yoon Suk Yeol.
Meski nada Trump di media sosial tergolong keras, pertemuan keduanya berlangsung lebih hangat. Trump mengucapkan selamat kepada Lee atas kemenangannya dan menyatakan keyakinannya bahwa isu kontroversial seperti penggerebekan gereja baru-baru ini hanyalah kesalahpahaman. Lee sendiri memuji Trump atas berbagai hal, mulai dari dekorasi Kantor Oval hingga keberhasilan pasar saham AS, bahkan bercanda agar Trump membangun Trump Tower di Korea Utara.
Pertemuan ini penting bagi Lee, yang baru menjabat kurang dari tiga bulan, dan berupaya fokus pada kerja sama dagang. Kedua negara sebelumnya telah menyepakati kerangka kerja sama yang mencakup investasi besar-besaran Korea Selatan di AS, serta penurunan tarif dari 25% menjadi 15%, setara dengan tarif yang diterapkan kepada Jepang dan Uni Eropa. Trump menyatakan bahwa beberapa masalah dalam kesepakatan telah diselesaikan.
Meski Trump memberi sinyal positif terhadap hubungan bilateral, ia tetap memberi tekanan pada Korea Selatan untuk berkontribusi lebih dalam hal pertahanan, termasuk pembagian biaya penempatan pasukan AS. Ia juga menyebut keinginannya untuk memiliki tanah tempat pangkalan militer AS berada, tanpa menyebutkan lokasi pasti. Saat ini, sekitar 28.500 tentara AS ditempatkan di Korea Selatan — angka yang keliru disebut Trump sebagai lebih dari 40.000.
Lee berjalan di garis tipis dalam kebijakan luar negerinya, berupaya memperkuat hubungan dengan AS sekaligus membuka jalur diplomatik yang lebih bersahabat dengan China. Ia menggambarkan dirinya sebagai seorang "pragmatis" yang fokus pada kepentingan nasional. Sejauh ini, pendekatan itu cukup berhasil, dengan publik Korea Selatan mendukung hubungan kuat dengan AS namun tetap berhati-hati terhadap pengaruh Beijing. Pertemuan ini dianggap sebagai upaya penting untuk menjaga keseimbangan tersebut.(ayu)
Sumber: Newsmaker.id

Related News

GLOBAL ECONOMY

Trump Berjanji untuk 'Segera' Bernegosiasi untuk Mengakhiri ...

Presiden Donald Trump mengumumkan pada hari Rabu bahwa ia dan pemimpin Rusia sepakat melalui panggilan telepon untuk "segera"...

13 February 2025 12:25
GLOBAL ECONOMY

Nonfarm Payrolls AS Naik 143.000 Pada Januari Vs. 170.000 Ya...

Nonfarm Payrolls (NFP) di AS naik 143.000 pada Januari, Biro Statistik Tenaga Kerja AS (BLS) melaporkan pada hari Jumat. Angk...

7 February 2025 20:40
GLOBAL ECONOMY

Kanada Akan Mengumumkan Tarif Balasan Senilai C$29,8 Miliar ...

Kanada akan mengumumkan tarif balasan senilai C$29,8 miliar terhadap Amerika Serikat pada hari Rabu (12/3) sebagai tanggapan ...

12 March 2025 18:54
GLOBAL ECONOMY

Tiongkok Tegaskan AS Harus Membatalkan Tarif Sebelum Pembica...

Beijing menegaskan kembali seruannya kepada AS untuk membatalkan tarif sepihak terhadap Tiongkok, menggarisbawahi kebuntuan a...

8 May 2025 16:16
BIAS23.com NM23 Ai