Trump Perluas Tarif Logam, Industri Logistik dan Importir Terkejut
Presiden Donald Trump kembali mengejutkan dunia perdagangan dengan memperluas tarif baja dan aluminium hingga mencakup lebih dari 400 barang konsumen, mulai dari sepeda motor hingga perlengkapan bayi. Keputusan ini diumumkan mendadak pada Jumat dan berlaku mulai Senin, tanpa pengecualian untuk barang yang sedang dalam perjalanan ke Amerika Serikat. Banyak importir dan pialang pabean kesulitan beradaptasi karena perubahan diumumkan di saat libur panjang dan baru muncul resmi di Federal Register pada Selasa.
Kebijakan ini menimbulkan kebingungan besar di kalangan pelaku perdagangan. Tidak jelas apakah pungutan logam ini berlaku di luar tarif per negara yang sudah ada, membuat para importir harus menanggung risiko biaya tambahan secara tiba-tiba. Bagi industri yang sudah terpukul oleh perang dagang selama enam bulan terakhir dan gangguan rantai pasokan akibat pandemi, kebijakan ini menambah tekanan baru yang signifikan.
Menurut Shannon Bryant, seorang pialang pabean asal Michigan, implementasi tarif ini terasa seperti “jebakan” karena tidak ada pengecualian barang dalam transit, berbeda dengan kebijakan sebelumnya yang memberi ruang bagi importir untuk menyesuaikan pembelian. Banyak klien, kata Bryant, kini menghadapi biaya tak terduga yang bisa memukul perencanaan keuangan mereka.
Daftar baru tarif logam ini juga mencakup suku cadang mobil, bahan kimia, plastik, hingga komponen furnitur, menunjukkan betapa luasnya cakupan kebijakan. Brian Baldwin dari Kuehne + Nagel menyebut langkah ini sebagai perubahan strategis dalam pengaturan turunan baja dan aluminium, bukan sekadar penambahan tarif biasa. Ia menekankan bahwa hampir semua barang yang “berkilau atau mengandung logam” kini berisiko masuk daftar tarif baru.(ayu)
Sumber: Newsmaker.id