Tarif AS–EU Ancam Pasar Global: Emas Naik, Perak Stabil, Minyak Lesu
Eskalasi ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat dan Uni Eropa kembali memicu gejolak di pasar komoditas global. Investor kini menanti hasil negosiasi tarif sebelum batas waktu 1 Agustus, sementara para pelaku pasar merespons dengan strategi safe-haven dan hedging aset. Tren terbaru: emas dan perak melanjutkan penguatan, sementara harga minyak kembali melemah.
Harga emas spot menembus kisaran US$3.390,69/troy ounce, level tertinggi sejak 17 Juni, dipicu oleh pelemahan dolar AS dan penurunan imbal hasil obligasi pemerintah AS
Sentimen safe-haven kembali menguat karena kekhawatiran seputar negosiasi tarif AS–EU; pasar menantikan potensi keputusan ECB pada 24 Juli dan pemangkasan suku bunga The Fed di September.
Perak sedikit terkoreksi sekitar 0,2% ke US$38,84/oz, meski tetap berada di level tinggi
Momentum kenaikan perak diperkirakan terus didukung oleh permintaan industri (panel surya, elektronik) dan arus modal ke aset safe‑haven, meski dolar dan yield obligasi AS masih bergerak fluktuatif.
Emas dan perak kemungkinan melanjutkan penguatan jangka pendek jika negosiasi tarif gagal. Sebaliknya, minyak berpotensi mendalami tekanan bila kekhawatiran ekonomi global makin menguat.
Harga minyak kembali turun: Brent melemah 0,75% ke US$68,69/barel, sementara WTI turun 0,76% ke US$66,69/barel Tekanan datang dari kekhawatiran bahwa konflik perdagangan berkepanjangan akan menahan permintaan bahan bakar dunia.
Perang dagang AS–EU tak hanya memicu langkah balasan tarif, tetapi telah menciptakan tren divergen: logam mulia naik, minyak melemah. Tenggat 1 Agustus diperkirakan menjadi momen kunci yang bisa memicu volatilitas tinggi lintas komoditas.(mrv)
Sumber : Newsmaker.id