• Sat, Jan 17, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Indonesia News Portal for Traders | Financial & Business Updates

21 July 2025 18:02  |

Iran Tolak AS! Fokus ke Eropa Jelang Pertemuan Nuklir

Iran mengatakan tidak memiliki rencana untuk melanjutkan perundingan nuklir dengan AS, meskipun sedang bersiap untuk mengadakan diskusi mengenai program nuklirnya dengan para pejabat Eropa, Rusia, dan Tiongkok minggu ini.

“Saat ini, kami tidak memiliki rencana untuk mengadakan perundingan dengan AS,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, dalam konferensi pers yang disiarkan televisi pada hari Senin (21/7). Sebelumnya, televisi pemerintah Iran mengatakan bahwa para diplomat Iran berencana untuk bertemu dengan rekan-rekan dari Inggris, Prancis, dan Jerman untuk perundingan nuklir di Istanbul pada hari Jumat.

Baghaei mengatakan bahwa para wakil menteri luar negeri Iran akan “secara serius mengangkat” tuntutan Teheran selama diskusi tersebut. Ia tidak merinci tuntutan tersebut, tetapi mengatakan Teheran akan menegur negara-negara tersebut atas sikap mereka selama serangan udara AS dan Israel bulan lalu terhadap Iran.

Baghaei juga memperingatkan bahwa setiap upaya oleh tiga negara Eropa — yang juga dikenal sebagai E3 — untuk menerapkan kembali sanksi Perserikatan Bangsa-Bangsa melalui apa yang disebut mekanisme snapback akan membahayakan hak mereka untuk berperan dalam negosiasi nuklir dan kemampuan mereka untuk menggunakan ketentuan atau proses apa pun.

"Snapback" adalah aturan dalam kesepakatan nuklir 2015 yang memungkinkan negara-negara peserta untuk memicu proses Dewan Keamanan PBB yang secara otomatis dapat menerapkan kembali sanksi yang luas terhadap Republik Islam tersebut jika dianggap melanggar perjanjian.

Pada hari Minggu, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan bahwa E3 "tidak memiliki kedudukan hukum, politik, dan moral" untuk mengaktifkan mekanisme tersebut karena kegagalannya untuk mematuhi kesepakatan nuklir setelah Presiden AS Donald Trump meninggalkannya selama masa jabatan pertamanya dan karena "dukungan politik dan material" blok tersebut terhadap serangan Israel dan AS terhadap negaranya.

Pada hari Selasa, Teheran berencana menjamu pejabat Rusia dan Tiongkok untuk perundingan yang berfokus pada isu nuklir dan prospek sanksi tambahan, ujar Baghaei. Pertemuan tersebut terjadi setelah Ali Larijani, penasihat senior Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei, mengunjungi Rusia pada hari Minggu dan membahas program nuklir Iran serta perkembangan regional dengan Presiden Rusia Vladimir Putin. (Arl)

Sumber: Bloomberg

Related News

GLOBAL ECONOMY

Trump Berjanji untuk 'Segera' Bernegosiasi untuk Mengakhiri ...

Presiden Donald Trump mengumumkan pada hari Rabu bahwa ia dan pemimpin Rusia sepakat melalui panggilan telepon untuk "segera"...

13 February 2025 12:25
GLOBAL ECONOMY

Nonfarm Payrolls AS Naik 143.000 Pada Januari Vs. 170.000 Ya...

Nonfarm Payrolls (NFP) di AS naik 143.000 pada Januari, Biro Statistik Tenaga Kerja AS (BLS) melaporkan pada hari Jumat. Angk...

7 February 2025 20:40
GLOBAL ECONOMY

Kanada Akan Mengumumkan Tarif Balasan Senilai C$29,8 Miliar ...

Kanada akan mengumumkan tarif balasan senilai C$29,8 miliar terhadap Amerika Serikat pada hari Rabu (12/3) sebagai tanggapan ...

12 March 2025 18:54
GLOBAL ECONOMY

Tiongkok Tegaskan AS Harus Membatalkan Tarif Sebelum Pembica...

Beijing menegaskan kembali seruannya kepada AS untuk membatalkan tarif sepihak terhadap Tiongkok, menggarisbawahi kebuntuan a...

8 May 2025 16:16
BIAS23.com NM23 Ai