Tarif 30% dari Trump Bikin Panas! Uni Eropa dan Meksiko Bakal Lawan?
Presiden AS Donald Trump kembali mengobarkan ketegangan dagang global dengan mengancam akan mengenakan tarif 30% terhadap impor dari Uni Eropa dan Meksiko mulai 1 Agustus 2025. Pengumuman itu disampaikan melalui surat resmi yang diunggah ke akun Truth Social miliknya, menyusul kegagalan negosiasi untuk mencapai kesepakatan dagang yang lebih luas.
Trump menyebut tarif tersebut sebagai bagian dari langkah "proteksi ekonomi nasional", dan menegaskan bahwa tarif ini akan berlaku di luar tarif sektoral seperti 25% untuk mobil dan 50% untuk baja dan aluminium, yang tetap diberlakukan. Ia juga mengirim surat serupa ke 23 negara lain, termasuk Kanada, Jepang, dan Brasil, dengan ancaman tarif mulai dari 20% hingga 50%, tergantung pada jenis produk.
Uni Eropa dan Meksiko merespons dengan menyebut ancaman tarif itu tidak adil dan merusak hubungan dagang yang telah dibangun. Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum tetap optimistis kesepakatan masih mungkin dicapai sebelum batas waktu. Ia menegaskan bahwa Meksiko akan mempertahankan kedaulatan nasional, dan hanya akan menyetujui kesepakatan yang adil bagi kedua negara.
Langkah Trump ini mengingatkan pasar akan strategi perang dagang agresif yang ia ambil pada masa jabatan sebelumnya. Saat itu, Trump beberapa kali menarik kembali ancaman tarifnya menjelang tenggat waktu setelah negosiasi membuahkan hasil. Namun kini, dengan batas waktu tinggal beberapa minggu, pelaku pasar mulai bersiap untuk skenario terburuk.
Poin penting:
Tarif 30% terhadap Uni Eropa & Meksiko akan berlaku mulai 1 Agustus 2025, kecuali ada kesepakatan.
Tarif ini di luar tarif otomotif (25%) dan baja/aluminium (50%) yang sudah ada.
Surat ancaman juga dikirim ke 23 negara lain, termasuk Kanada, Jepang, Brasil.
Respon global mencerminkan kekhawatiran atas eskalasi konflik dagang.
Investor cemas, tapi pasar masih berharap Trump kembali mundur dari ancamannya.
Sumber: (ayu-newsmaker)