Trump Mengatakan Ia Telah Berbicara dengan Putin, Memperkirakan Tidak Ada Perdamaian dalam Waktu Dekat
Presiden Donald Trump pada hari Rabu (4/6) mengatakan ia telah berbicara dengan pemimpin Rusia Vladimir Putin selama lebih dari satu jam mengenai serangan terbaru Ukraina terhadap pesawat Rusia dan perundingan nuklir dengan Iran.
Putin dalam panggilan telepon itu bersumpah akan melakukan pembalasan terhadap Ukraina atas serangan mendadak yang mengejutkan itu, yang menurut Kyiv mengakibatkan serangan terhadap lebih dari 40 pesawat pengebom Rusia, kata Trump.
“Itu adalah percakapan yang bagus, tetapi bukan percakapan yang akan mengarah pada Perdamaian segera,” tulis Trump di Truth Social.
Kremlin kemudian mengonfirmasi panggilan telepon itu, yang dilakukan saat pertempuran terus berlanjut lebih dari tiga tahun setelah Rusia menginvasi Ukraina.
“Presiden Putin memang mengatakan, dan dengan sangat tegas, bahwa ia harus menanggapi serangan baru-baru ini terhadap lapangan udara,” tambah presiden itu.
Postingan Trump tidak mengatakan apakah ia mencegah Putin mengambil tindakan itu selama percakapan mereka yang berlangsung selama 75 menit.
"Kami juga membahas Iran, dan fakta bahwa waktu hampir habis untuk keputusan Iran terkait senjata nuklir, yang harus segera dibuat!" tulis Trump.
"Saya nyatakan kepada Presiden Putin bahwa Iran tidak dapat memiliki senjata nuklir dan, dalam hal ini, saya yakin bahwa kami sepakat."
Putin "menyarankan bahwa ia akan berpartisipasi dalam diskusi dengan Iran dan bahwa ia mungkin dapat membantu menyelesaikan masalah ini dengan cepat," tulis Trump.
Presiden AS mengatakan bahwa ia yakin Iran telah "memperlambat" keputusannya, seraya menambahkan, "kami akan membutuhkan jawaban yang pasti dalam waktu yang sangat singkat!"
Sebagai calon presiden, Trump berulang kali berjanji bahwa ia akan mengakhiri perang Rusia-Ukraina dalam satu hari setelah menjabat. Namun, upayanya untuk segera menjadi penengah perdamaian, atau bahkan gencatan senjata yang langgeng, sejauh ini gagal, dan kedua negara masih jauh dari kesepakatan mengenai kompromi teritorial.
Sementara itu, keselarasan era Biden antara Washington dan Kyiv telah renggang, karena Trump dan pemerintahannya secara terbuka mengkritik Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy.
Nada bicara Trump yang sebelumnya berhati-hati terhadap Putin juga mulai mengeras, dengan pemimpin AS tersebut baru-baru ini mengeluh bahwa presiden Rusia "telah benar-benar GILA!" (Arl)
Sumber: CNBC