Trump Buka Peluang Damai Iran, The Fed Didesak Pangkas Suku Bunga
Presiden Amerika Serikat Donald Trump tetap membuka jalur diplomasi dengan Iran setelah menghentikan serangan. Ia berharap berakhirnya konflik di kawasan Teluk dapat membantu menurunkan tekanan harga dan meredakan ketidakpastian ekonomi.
Trump mengatakan laporan inflasi terbaru menunjukkan perkembangan yang positif. Menurutnya, biaya mulai turun dengan cepat dan harga berpotensi melemah lebih jauh apabila perang benar-benar berakhir.
Penurunan harga energi dinilai dapat membantu meredakan inflasi di Amerika Serikat. Kondisi tersebut juga membuka ruang bagi Federal Reserve untuk mempertimbangkan kebijakan suku bunga yang lebih rendah.
Trump untuk pertama kalinya secara terbuka menyatakan bahwa suku bunga perlu diturunkan. Biaya pinjaman yang lebih rendah diharapkan dapat membantu masyarakat, dunia usaha, dan mendukung pertumbuhan ekonomi.
Trump juga memuji Ketua The Fed Kevin Warsh dan meyakini bahwa ia akan mengambil keputusan yang tepat. Namun, Trump mengingatkan bahwa keputusan kebijakan tetap harus dibahas bersama para anggota dewan bank sentral.
Sementara itu, Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan pemotongan pajak pemerintah telah memberikan bantuan besar bagi masyarakat. Kebijakan tersebut dinilai paling terasa bagi rumah tangga berpendapatan rendah dan menengah. (asd)*
Sumber: Newsmaker.id