Inflasi Produsen AS Naik 0,5%
Inflasi harga produsen Amerika Serikat (Producer Price Index/PPI) meningkat pada Januari, dengan PPI month-on-month (MoM) naik 0,5%. Angka ini lebih tinggi dibanding 0,4% pada Desember 2025, menandakan tekanan harga di tingkat produsen masih cukup aktif di awal tahun.
Rincian BLS menunjukkan kenaikan Januari terutama didorong oleh harga jasa final demand yang naik 0,8%, sementara harga barang final demand justru turun 0,3%. Di dalam barang, energi turun cukup dalam (turun 2,7%) dan makanan turun 1,5%, namun barang inti (di luar makanan & energi) masih naik 0,7%—menggambarkan tekanan biaya inti belum benar-benar hilang.
Dalam konteks historis, PPI MoM AS rata-rata berada di sekitar 0,22% sejak 2009, dengan rekor tertinggi 1,70% (Maret 2022) dan rekor terendah -1,20% (April 2020). Artinya, kenaikan 0,5% tergolong di atas “ritme normal” jangka panjang, meski masih jauh dari fase lonjakan ekstrem saat puncak inflasi pasca-pandemi.
Bagi pasar, PPI sering dibaca sebagai sinyal awal tekanan inflasi yang bisa menetes ke level konsumen. Jika komponen jasa dan margin perdagangan tetap kuat, pelaku pasar cenderung menilai proses disinflasi bisa lebih “lengket”, sehingga ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed berpotensi lebih berhati-hati. Fokus berikutnya biasanya bergeser ke data inflasi lanjutan dan komponen yang mempengaruhi PCE (indikator favorit The Fed).(Cp)
Sumber: newsmaker.id