Earnings Nvidia Kalahkan Ekspektasi, Demand AI Tetap Terjaga
NVIDIA merilis kinerja keuangan kuartal terakhir dan setahun penuh fiskal terbaru dengan hasil yang kembali menguatkan narasi bahwa belanja infrastruktur AI masih solid. Investor menilai laporan ini krusial karena NVIDIA sering jadi “barometer” permintaan chip AI global, terutama di tengah kekhawatiran apakah belanja AI para hyperscaler mulai melambat.
Untuk kuartal yang berakhir akhir Januari, NVIDIA mencetak pendapatan kuartalan rekor $68,1 miliar (naik 73% dibanding setahun lalu), dengan laba bersih sekitar $43 miliar dan EPS $1,76. Mesin utamanya tetap Data Center yang menghasilkan $62,3 miliar, menunjukkan permintaan AI masih mendominasi pertumbuhan.
Secara tahunan, NVIDIA membukukan pendapatan $215,9 miliar dan laba bersih sekitar $120 miliar, menandai tahun pertama perusahaan menembus $200 miliar pendapatan. Manajemen juga memberi panduan kuartal berikutnya yang agresif: revenue sekitar $78 miliar, dan menyebut outlook tersebut tidak memasukkan pendapatan Data Center compute dari China—catatan yang langsung jadi fokus pasar.
Buat market, poin kuncinya adalah: (1) demand AI masih kuat dan NVIDIA tetap “center of gravity” dalam rantai pasok AI, (2) guidance jadi penentu apakah reli teknologi bisa lanjut, dan (3) risiko kebijakan/akses pasar tertentu (terutama China) tetap jadi variabel yang bisa bikin volatilitas balik naik. (Arl)
Sumber : Newsmaker.id