Rentetan Deflasi Konsumen Tiongkok Berlanjut saat Perang Harga Berkecamuk
Deflasi konsumen Tiongkok berlanjut hingga bulan keempat, karena perang harga meningkat sementara peningkatan belanja selama dua hari libur nasional gagal mengimbangi hambatan dari permintaan domestik yang lemah.
Indeks harga konsumen turun 0,1% pada bulan Mei dari tahun sebelumnya, Biro Statistik Nasional mengatakan Senin (9/6), sama dengan penurunan pada bulan sebelumnya. Perkiraan median ekonom yang disurvei oleh Bloomberg adalah minus 0,2%.
Deflasi pabrik berlanjut hingga bulan ke-32, dengan indeks harga produsen mencatat penurunan lebih cepat sebesar 3,3% dibandingkan dengan April.
Ancaman deflasi yang mengakar di Tiongkok kemungkinan akan bertahan selama beberapa bulan mendatang karena konsumen berdiam diri setelah kemerosotan properti yang berkepanjangan dan perusahaan-perusahaan terperosok dalam perang harga. Dalam contoh terbaru persaingan ketat, produsen mobil BYD Co. memangkas harga hingga 34% pada hampir selusin model mobil listrik dan hibrida plug-in, yang memicu kekhawatiran akan gelombang diskon lain di pasar kendaraan listrik. (Arl)
Sumber : Bloomberg