Trump Sebut Negosiasi Iran Berjalan Sangat Baik
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan pembicaraan dengan Iran berjalan “sangat baik”. Pernyataan tersebut meningkatkan harapan tercapainya kesepakatan sementara untuk membuka kembali Selat Hormuz dan meredakan konflik yang telah berlangsung selama lebih dari lima bulan. Namun, belum ada kesepakatan resmi yang diumumkan.
Pembicaraan saat ini berfokus pada pemulihan jalur pelayaran melalui Hormuz. Iran masih membatasi sebagian besar lalu lintas kapal, sementara Washington mempertahankan blokade terhadap pelabuhan dan pengiriman yang berkaitan dengan Iran. Kesepakatan awal diharapkan dapat menjadi pintu masuk menuju gencatan senjata dan pembahasan program nuklir Iran.
Qatar dan Oman memainkan peran penting sebagai mediator. Trump dan Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani telah membahas upaya memperkecil perbedaan antara Washington dan Teheran. Iran juga menyatakan negosiasinya dengan Oman mengenai pembentukan jalur pelayaran yang aman masih berlangsung secara positif.
Namun, perbedaan besar belum terselesaikan. Iran ingin mempertahankan pengaruhnya atas pengelolaan Hormuz, sedangkan Amerika Serikat menuntut kebebasan pelayaran tanpa pungutan atau kendali sepihak. Rancangan sementara dilaporkan dapat berlaku selama 60 hari sambil memberikan waktu bagi pihak terkait untuk membahas aturan yang lebih permanen.
Risiko geopolitik juga masih tinggi karena kelompok Houthi memperluas gangguan pelayaran ke Laut Merah. Sebuah kapal berbendera India dilaporkan tenggelam setelah terkena proyektil di dekat Yaman, meski seluruh awak berhasil diselamatkan. Data Organisasi Maritim Internasional mencatat sedikitnya 17 pelaut tewas dalam puluhan insiden di kawasan tersebut hingga akhir Juli.
Analisis Newsmaker: Pernyataan Trump cenderung menekan harga minyak karena pasar melihat peluang pulihnya pasokan melalui Hormuz. Dolar dan emas juga dapat kehilangan sebagian permintaan aset aman, tetapi emas masih berpeluang mendapat dukungan apabila penurunan minyak meredakan inflasi dan mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed. Sebaliknya, kegagalan perundingan atau serangan baru terhadap kapal dapat kembali mengangkat minyak, emas, dan dolar secara cepat.(asd)*
Sumber: Newsmaker.id