Manufaktur AS Kuat, Harga Input Tertinggi Sejak 2022
Sektor manufaktur Amerika Serikat kembali menunjukkan ekspansi pada Februari, tapi ada satu sinyal yang bikin pasar langsung waspada: biaya input melonjak paling kencang sejak 2022. Artinya, pabrik-pabrik memang bergerak, tapi tekanan harga mulai “ngumpul” lagi.
Indikator Prices Paid dari Institute for Supply Management (ISM) melonjak 11,5 poin ke 70,5, level tertinggi sejak periode puncak inflasi beberapa tahun lalu. Kenaikan setajam ini biasanya dibaca sebagai alarm awal bahwa biaya produksi bisa merembet ke harga jual.
Di sisi aktivitas, indeks manufaktur ISM relatif stabil di 52,4—menandai bulan kedua berturut-turut berada di zona ekspansi, dan termasuk salah satu level terbaik sejak 2022. Pesanan baru dan produksi masih solid, jadi mesin ekonomi pabrik terlihat mulai “panas” lagi.
Namun laporan ini keluar tepat sebelum lonjakan risiko energi akhir pekan, ketika konflik Timur Tengah memicu kekhawatiran jalur minyak terganggu dan mendorong harga crude naik tajam. Kalau harga energi bertahan tinggi, indikator biaya ISM berpotensi tetap tinggi—bahkan bisa naik lagi—karena energi adalah komponen biaya yang cepat menular ke banyak sektor.
Akibatnya, produsen bisa menghadapi pilihan sulit: menahan margin atau meneruskan biaya ke pelanggan bisnis dan konsumen. Data harga produsen sebelumnya juga menunjukkan kenaikan biaya barang mentah (di luar makanan dan energi) yang kuat, sementara harga logam industri ikut meningkat—menambah tekanan dari sisi input.
Dari sisi operasional, ISM mencatat waktu pengiriman pemasok makin lama dan tunggakan pesanan naik, memberi sinyal rantai pasok dan penyesuaian tarif masih meninggalkan “gesekan”. Sementara itu, tenaga kerja manufaktur masih menyusut, tapi lajunya melambat—indeks pekerjaan naik ke 48,8, tertinggi dalam setahun—dengan pasar menanti data payroll resmi yang rilis Jumat. (Arl)
Sumber : Newsmaker.id