Sentimen Konsumen AS Naik, Tapi Masih Waspada
Sentimen konsumen AS mulai membaik dalam beberapa pekan terakhir, didorong pandangan yang sedikit lebih optimistis terhadap ekonomi setelah kekhawatiran soal tarif mulai mereda. Meski begitu, konsumen masih menahan euforia karena biaya hidup tetap tinggi dan pasar kerja dinilai belum benar-benar kuat.
Survei awal Januari dari University of Michigan menunjukkan indeks sentimen naik ke 54 dari 52,9 pada Desember. Periode survei mencakup respons 16 Desember–5 Januari, dan hasilnya sedikit di atas perkiraan konsensus di sekitar 53,5.
Di sisi inflasi, ekspektasi kenaikan harga 1 tahun ke depan masih bertahan di 4,2%, tidak berubah dari bulan sebelumnya. Namun untuk horizon lebih panjang, ekspektasi inflasi 5–10 tahun naik ke 3,4% dari 3,2%, menandakan kekhawatiran biaya hidup jangka panjang belum sepenuhnya hilang.
Faktor penahan sentimen masih jelas: harga-harga yang terasa “mahal”, kekhawatiran peluang kerja yang terbatas, serta harapan kenaikan upah yang belum merata. Walau begitu, konsumsi rumah tangga tetap terbukti tangguh dan menjadi salah satu mesin yang menjaga ekonomi tetap berjalan.
Menurut Direktur Survei, Joanne Hsu, kekhawatiran tentang tarif memang mulai mereda, tetapi konsumen masih waspada terhadap kondisi bisnis dan pasar tenaga kerja. Survei juga menunjukkan hampir dua pertiga responden memperkirakan pengangguran akan meningkat dalam satu tahun ke depan—bahkan kekhawatiran ini cenderung lebih tinggi pada kelompok berpendidikan dan berpenghasilan tinggi.
Kondisi ini sejalan dengan data tenaga kerja terbaru: penambahan pekerjaan Desember tercatat lebih rendah dari perkiraan, meski tingkat pengangguran turun ke 4,4%. Ke depan, pasar memperkirakan The Fed akan cenderung menahan suku bunga dalam waktu dekat sambil terus membaca dua kunci: inflasi yang masih di atas target 2% dan kekuatan pasar kerja. (Arl)
Sumber : Newsmaker.id