Target Tercapai! Inflasi Euro Turun ke 2%
Inflasi zona euro kembali menyusut dan tepat menyentuh target Bank Sentral Eropa (ECB). Pada Desember, inflasi tahunan tercatat 2,0%, turun dari 2,1% di bulan sebelumnya dan sesuai perkiraan pasar. Kondisi ini memperkuat pandangan bahwa ECB bisa mempertahankan suku bunga di level sekarang, kecuali ada perubahan besar pada prospek ekonomi.
Tekanan harga inti juga ikut mendingin. Inflasi inti (tanpa makanan dan energi) turun ke 2,3%, sementara inflasi jasa—komponen yang paling diawasi ECB—juga melunak. Selama lebih dari setengah tahun, inflasi sudah bergerak di sekitar target 2%, memberi ruang bagi ECB untuk tetap menahan biaya pinjaman tanpa perlu buru-buru mengubah arah kebijakan.
Pasar pun merespons dengan menambah spekulasi pelonggaran, meski skalanya masih terbatas. Pelaku pasar memperkirakan peluang pemangkasan kecil hingga September, yang secara kasar setara dengan kemungkinan sekitar 20% untuk pemotongan seperempat poin lagi. Di pasar valas, euro sempat melemah namun kemudian pulih dan bergerak stabil di area $1,169.
Meski mayoritas pejabat ECB sepakat inflasi sudah lebih terkendali, mereka tetap berhati-hati soal langkah berikutnya. Ketidakpastian global masih tinggi, mulai dari risiko tarif AS, dinamika nilai tukar euro, hingga arah kebijakan fiskal negara-negara utama Eropa yang bisa mengubah tekanan inflasi ke depan.
ECB juga mengakui “titik rawan” masih ada di sektor jasa, yang sebagian tertahan oleh pertumbuhan upah yang kuat. Ukuran kenaikan upah yang paling komprehensif masih bertahan di sekitar 4% pada kuartal ketiga—angka yang dinilai masih terlalu tinggi untuk benar-benar nyaman dalam jangka panjang. Christine Lagarde menyebut upah adalah tren yang terus dipantau ketat, meski ia optimistis tekanan gaji akan mereda seiring normalisasi pasca lonjakan harga pascapandemi.
Ke depan, ECB melihat beberapa faktor bisa mendorong inflasi menjauh dari target, termasuk kebijakan tarif AS, pergerakan euro, serta potensi ekspansi fiskal Jerman. Dalam skenario dasar, ECB memperkirakan inflasi rata-rata 1,9% pada 2026, sebelum melanjutkan penurunan dan kembali bergerak menuju 2% pada 2028. (Arl)
Sumber : Newsmaker.id