Penjualan Rumah Tertunda di AS Melonjak ke Tertinggi Sejak Awal 2023
Penjualan rumah tertunda (Pending Home Sales) di AS mengalami lonjakan lebih besar dari yang diperkirakan pada bulan November, seiring perbaikan moderat pada harga dan suku bunga hipotek yang mendorong pembeli untuk kembali aktif.
Indeks penandatanganan kontrak naik 3,3% menjadi 79,2 pada bulan lalu, mencapai level tertinggi sejak Februari 2023, menurut data yang dirilis pada hari Senin oleh National Association of Realtors (NAR). Kenaikan ini terjadi di seluruh wilayah dan melebihi semua perkiraan kecuali satu dalam survei Bloomberg terhadap ekonom.
“Momentum pembeli rumah semakin kuat,” kata Kepala Ekonom NAR Lawrence Yun dalam sebuah pernyataan, dengan menyebutkan meningkatnya keterjangkauan dan pilihan inventaris yang lebih banyak dibandingkan tahun lalu. Penandatanganan kontrak telah meningkat selama empat bulan berturut-turut, menyamai tren yang terjadi pada pasar perumahan yang sangat sibuk selama pandemi.
Data terbaru ini mengarah pada perbaikan bertahap yang diperkirakan banyak ekonom untuk pasar perumahan menuju 2026. Suku bunga hipotek yang sempat mendekati 7% pada Mei kini stabil di kisaran 6,3% hingga 6,4%, dan harga rumah tumbuh dengan laju yang jauh lebih lambat dibandingkan tahun lalu.
Ini telah membantu mendorong sedikit kenaikan pada penutupan kontrak dalam beberapa bulan terakhir. Namun, para ekonom dan ahli industri memiliki ekspektasi yang sangat berbeda untuk tahun depan. Dalam survei terbaru terhadap sembilan analis pasar, proyeksi pertumbuhan penjualan pasar rumah bekas berkisar antara 1,7% hingga 14%, dengan proyeksi paling optimis datang dari Yun.
Laporan asosiasi perdagangan tersebut menunjukkan bahwa penandatanganan kontrak naik di setiap wilayah AS bulan lalu, mencapai level tertinggi tahun ini. Wilayah Barat mencatatkan kenaikan terbesar, diikuti oleh Selatan, yang merupakan wilayah penjualan rumah terbesar di negara tersebut.
Penjualan rumah tertunda cenderung menjadi indikator awal untuk rumah yang sudah dimiliki sebelumnya, karena rumah biasanya masuk kontrak satu atau dua bulan sebelum dijual.(yds)
Sumber: Bloomberg.com