Belanja Warga Inggris Anjlok, Ada Apa dengan Dompet Konsumen?
Penjualan ritel Inggris turun tajam 1,1% secara bulanan pada Oktober, jauh lebih buruk dari perkiraan pasar yang hanya memprediksi penurunan 0,2%. Data dari ONS ini memberi sinyal bahwa konsumen Inggris mulai menahan belanja di tengah tekanan biaya hidup yang masih tinggi. Termasuk bahan bakar, penjualan ritel secara tahunan hanya naik 0,2%, padahal ekonom sebelumnya memperkirakan kenaikan sekitar 1,4%.
Jika dilihat tanpa komponen bahan bakar, kondisinya juga tidak jauh lebih baik. Penjualan ritel inti (ex fuel) turun 1% secara bulanan, lebih dalam dibanding ekspektasi penurunan 0,5%. Secara tahunan, penjualan ritel inti hanya naik 1,2%, jauh di bawah perkiraan 2,5%. Angka-angka ini menunjukkan bahwa meskipun inflasi mulai mereda, konsumen masih berhati-hati dan belum benar-benar longgar dalam berbelanja.
Data ini bisa menambah tekanan bagi pemerintah dan Bank of England, karena lemahnya belanja rumah tangga berpotensi menahan pertumbuhan ekonomi. Di sisi lain, pelemahan konsumsi bisa menjadi argumen bagi pasar bahwa bank sentral tidak perlu menjaga suku bunga terlalu tinggi terlalu lama, tetapi untuk saat ini pesan utamanya jelas: konsumen Inggris masih “ngencengin ikat pinggang”.(asd)
Sumber : Newsmaker.id