• Sat, Mar 7, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

18 November 2025 12:04  |

Bank Sentral Masih Borong Emas, Goldman Sachs Prediksi Harga Tembus Segini!

Goldman Sachs memperkirakan bank-bank sentral di berbagai negara kembali memborong emas dalam jumlah besar pada November, melanjutkan tren pembelian masif selama beberapa tahun terakhir. Langkah ini dilakukan untuk diversifikasi cadangan devisa sekaligus melindungi perekonomian dari risiko geopolitik dan ketidakstabilan finansial.

Dalam laporan terbaru yang dikutip dari Trading View, Goldman Sachs memperkirakan pembelian emas mencapai 64 ton pada September, meningkat signifikan dari 21 ton pada Agustus. Tren kuat pembelian ini diperkirakan berlanjut hingga akhir tahun.

Goldman juga menegaskan kembali prediksinya bahwa harga emas berpotensi mencapai US$ 4.900 per ons troi pada akhir 2026, terutama jika investor ritel dan institusi terus melakukan diversifikasi portofolio ke aset lindung nilai tersebut.

Pada perdagangan Senin (17/11/2025), harga emas jatuh 0,97% di level US$ 4.039,82 per ons troi. Sepanjang tahun ini, harga emas sudah melonjak 55%, didorong kekhawatiran ekonomi global, gejolak geopolitik, masuknya dana ke ETF berbasis emas, serta ekspektasi pemotongan suku bunga lanjutan oleh The Fed.

Sementara itu, World Gold Council melaporkan bahwa 95% bank sentral mengantisipasi cadangan global akan terus meningkat, dengan 43% berencana untuk meningkatkan kepemilikan emas mereka sendiri pada tahun depan.

Sebelumnya, JP Morgan memperkirakan harga emas bakal mencapai puncaknya di level US$ 5.055 per troy ons pada kuartal terakhir tahun 2026. Adapun Morgan Stanley memproyeksikan harga emas akan menyentuh US$ 4.400 per troy ons pada akhir tahun 2026.

Sprott Asset Management, dalam laporan analisisnya terkait komoditas logam mulia, mengungkapkan bahwa proyeksi bullish atau optimis pada harga emas didorong oleh peralihan minat investor ke aset safe haven untuk mempertahankan daya beli dan melindungi risiko sistemik serta geopolitik.

Perusahaan itu membeberkan bahwa negara-negara maju sedang memasuki periode dominasi fiskal, dimana prioritas fiskal membentuk kebijakan moneter, yang mendorong lebih banyak alokasi ke aset penyimpan nilai yang nyata.

Sumber : Ipotnews

Related News

GLOBAL ECONOMY

Trump Berjanji untuk 'Segera' Bernegosiasi untuk Mengakhiri ...

Presiden Donald Trump mengumumkan pada hari Rabu bahwa ia dan pemimpin Rusia sepakat melalui panggilan telepon untuk "segera"...

13 February 2025 12:25
ECONOMY

Tingkat Pengangguran Australia Naik Menjadi 4,1%

Tingkat Pengangguran Australia naik menjadi 4,1% pada bulan Januari dari 4,0% pada bulan Desember, menurut data resmi yang di...

20 February 2025 07:46
GLOBAL

Mahkamah Agung Brasil Tanggapi Keras Ancaman Tarif Trump Ter...

Mahkamah Agung Brasil merespons keras ancaman tarif yang dilontarkan oleh Presiden AS Donald Trump terkait penyelidikan hukum...

21 July 2025 08:22
GLOBAL ECONOMY

Nonfarm Payrolls AS Naik 143.000 Pada Januari Vs. 170.000 Ya...

Nonfarm Payrolls (NFP) di AS naik 143.000 pada Januari, Biro Statistik Tenaga Kerja AS (BLS) melaporkan pada hari Jumat. Angk...

7 February 2025 20:40
BIAS23.com NM23 Ai