
Trending

Nikkei
Sumber: Newsmaker.id
Pasar saham Jepang mencatatkan kenaikan tajam dalam sesi perdagangan hari Selasa (27/10), dengan indeks Nikkei 225 melompat lebih dari 2% mendekati level 63.500. Kenaikan ini memutus tren penurunan selama tiga sesi berturut-turut, didorong oleh sentimen positif dari Wall Street yang memicu aksi beli besar-besaran pada saham teknologi Jepang. Optimisme seputar sektor kecerdasan buatan (AI) kembali bangkit menyusul pengajuan penawaran umum perdana (IPO) oleh perusahaan AI asal Amerika Serikat, Anthropic PBC.
Pengajuan IPO Anthropic menjadi katalis utama bagi pemulihan saham teknologi global. Pengembang AI tersebut melaporkan pertumbuhan pendapatan yang pesat, meskipun masih menghadapi biaya operasional yang tinggi serta berbagai risiko yang melekat dalam pengembangan teknologi. Perkembangan ini telah menghidupkan kembali minat investor terhadap sektor AI setelah aksi jual yang terjadi pada pekan sebelumnya. Meski demikian, perhatian pasar kini beralih pada kemampuan perusahaan-perusahaan teknologi untuk menghasilkan laba yang sepadan dengan investasi masif yang telah mereka keluarkan.
Kenaikan indeks Nikkei terutama didorong oleh saham-saham sektor semikonduktor dan teknologi. Advantest melonjak 7,8%, SoftBank Group naik 4,8%, sementara Kioxia dan Tokyo Electron masing-masing menguat 3,3%. Kenaikan ini mencerminkan pemulihan permintaan terhadap perusahaan-perusahaan yang terlibat dalam pengembangan infrastruktur AI. Para investor juga tengah menantikan laporan laba dari sejumlah raksasa teknologi AS minggu ini untuk mengukur apakah pengeluaran besar-besaran untuk pusat data, cip, dan komputasi AI mulai membuahkan hasil nyata.
Sementara itu, pelaku pasar tetap fokus pada keputusan suku bunga mendatang dari bank-bank sentral utama—Federal Reserve AS (The Fed), Bank of Japan (BOJ), dan Bank Sentral Eropa (ECB). Ketiganya diperkirakan akan mempertahankan suku bunga tidak berubah dalam pertemuan masing-masing, meskipun risiko pengetatan moneter lebih lanjut masih menjadi perhatian. Sentimen positif juga diperkuat oleh penurunan harga minyak global, menyusul perkembangan diplomatik yang melibatkan Iran dan beberapa negara lain di kawasan tersebut. Meredanya tekanan pada harga energi berpotensi mengurangi kekhawatiran inflasi sekaligus memperbaiki prospek biaya operasional perusahaan. Ke depan, keberlanjutan reli indeks Nikkei akan bergantung pada laporan laba perusahaan teknologi, perkembangan investasi di bidang kecerdasan buatan (AI), serta arah kebijakan moneter global. Jika hasil keuangan menunjukkan pertumbuhan laba yang kuat, saham-saham teknologi Jepang dapat mempertahankan momentum kenaikannya. Sebaliknya, hasil yang mengecewakan atau pernyataan yang lebih *hawkish* (cenderung memperketat kebijakan) dari bank sentral dapat memicu aksi ambil untung. Lonjakan pada indeks Nikkei ini menandakan pulihnya optimisme investor, namun pasar belum membuktikan apakah kebangkitan di sektor AI cukup kuat untuk mendorong reli yang berkelanjutan.