
Trending

Emas
Sumber: Newsmaker.id
Harga emas berbalik turun tajam pada perdagangan Rabu (16/9) setelah Federal Reserve resmi menaikkan suku bunga dan memberi sinyal bahwa pengetatan moneter belum selesai. Emas spot turun 1,2% ke US$4.240,10 per troy ounce, setelah sebelumnya sempat melonjak lebih dari 1% hingga US$4.365,57.
The Fed menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin ke kisaran 3,75%-4,00%. Proyeksi terbaru bank sentral juga menunjukkan mayoritas pejabat memperkirakan setidaknya satu kenaikan tambahan sebelum akhir tahun, memperkuat pandangan bahwa siklus pengetatan masih berlanjut.
Ketua The Fed Kevin Warsh menegaskan fokus bank sentral tetap pada stabilitas harga karena inflasi dinilai masih terlalu tinggi dan belum menunjukkan perbaikan yang berarti. Nada hawkish tersebut mendorong dolar menguat dan menekan emas yang tidak memberikan imbal hasil.
Tekanan juga terlihat pada logam mulia lainnya. Silver turun 1,7% ke US$62,57 per troy ounce, platinum melemah 2,3% ke US$1.735,33, sementara palladium turun 1,5% ke US$1.269,95.
Analisa Newsmaker: tekanan terhadap emas berpotensi berlanjut jika pasar semakin yakin The Fed akan kembali menaikkan bunga dalam beberapa bulan mendatang. Namun, setelah penurunan tajam, perhatian berikutnya akan tertuju pada pergerakan dolar dan yield Treasury untuk melihat apakah tekanan bearish masih berlanjut atau mulai muncul rebound teknikal.
Sumber: newsmaker.id