
Trending

Emas
Sumber: Newsmaker.id
Newsmaker.id – Harga emas bergerak menguat pada perdagangan awal sesi Asia, Selasa (1/9/2026), sekaligus mencoba bangkit setelah tekanan besar dalam beberapa sesi terakhir. Emas spot dibuka di sekitar US$4.449,19 per troy ons, kemudian naik menuju kisaran US$4.458 dan sempat menyentuh US$4.461,47. Pergerakan tersebut membuat emas mencatat kenaikan sekitar 0,2% dari penutupan sebelumnya.
Kenaikan emas terjadi setelah tekanan jual sebelumnya membawa logam mulia mendekati level terendah hampir dua pekan. Aksi pembelian di harga rendah mulai muncul, sementara pelemahan dolar AS turut memberikan ruang bagi emas untuk pulih. Indeks dolar pada perdagangan Senin turun sekitar 0,24% ke 99,43 dan mencatat penurunan bulanan kedua berturut-turut. Pelemahan dolar membuat emas yang dihargakan dalam mata uang AS relatif lebih menarik bagi pemegang mata uang lainnya.
Permintaan aset safe haven juga kembali mendapat perhatian akibat meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran. Serangan terbaru kedua negara telah mendorong minyak Brent kembali menembus US$90 per barel dan meningkatkan ketidakpastian di kawasan Teluk serta Selat Hormuz. Kondisi geopolitik tersebut menjadi salah satu faktor yang menahan tekanan terhadap emas, meskipun kenaikan minyak juga membawa risiko inflasi lebih tinggi.
Namun, ruang penguatan emas masih menghadapi hambatan dari tingginya yield Treasury dan ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve. Yield Treasury AS tenor 10 tahun sempat mencapai sekitar 4,768%, sementara pasar memperkirakan peluang kenaikan suku bunga September sekitar 64%–65% setelah pernyataan hawkish Ketua The Fed Kevin Warsh. Fokus investor berikutnya beralih menuju rangkaian data tenaga kerja AS pekan ini, terutama Nonfarm Payrolls pada Jumat, yang diperkirakan menunjukkan penambahan sekitar 55.000 pekerjaan.(CP)