Nikkei Cetak Rekor Lagi, Real Estat & Bank Angkat Indeks
Saham-saham Jepang ditutup menguat pada perdagangan Jumat, didorong penguatan di sektor real estat, perbankan, dan tekstil. Nikkei 225 naik 0,36% dan kembali mencetak rekor tertinggi baru di akhir sesi.
Penguatan juga terlihat dari breadth pasar yang sangat dominan: jumlah saham yang naik mengungguli yang turun dengan rasio 3.064 : 600, sementara 167 saham stagnan. Namun, di balik kenaikan indeks, volatilitas justru ikut meningkat. Nikkei Volatility Index melonjak 16,07% ke 31,21, menandakan pasar tetap sensitif terhadap pergerakan tajam antar-sektor.
Di papan top gainers, Sumitomo Metal Mining (5713) melesat 11,28% ke 12.625, disusul DOWA Holdings (5714) yang naik 10,63% ke 11.550, serta JGC Corp (1963) yang menguat 8,02% ke 2.477. Sejumlah saham bahkan dilaporkan menyentuh level tertinggi baru (all-time high/level tinggi multi-tahun), menegaskan rotasi minat beli masih aktif pada saham-saham tertentu.
Sebaliknya, tekanan datang dari saham-saham terkait teknologi/semikonduktor. Advantest (6857) turun 4,53% ke 26.850, Disco (6146) melemah 4,51% ke 75.500, dan Dainippon Screen (7735) turun 3,23% ke 22.925. Koreksi ini menunjukkan pasar tidak bergerak seragam meski indeks menguat.
Di pasar komoditas, minyak ikut menguat: WTI April naik 0,83% ke $65,75/barel, sementara Brent Mei naik 0,66% ke $71,31/barel. Emas berjangka April naik tipis 0,16% ke $5.202,50 per troy ounce, menjaga bias defensif tetap ada.
Dari pasar valuta asing, USD/JPY melemah tipis 0,12% ke 155,95 dan EUR/JPY turun 0,04% ke 184,06. Sementara Indeks Dolar AS Berjangka turun tipis 0,04% ke 97,70, memberi sedikit ruang bagi aset berisiko di Asia namun belum cukup untuk menghapus kenaikan volatilitas.(alg)
Sumber: Newsmaker.id