Nikkei Turun 4 Hari Beruntun
Saham Jepang melemah lagi pada Selasa, dengan Nikkei 225 turun 0,4% dan bergerak di bawah 56.600, memperpanjang penurunan menjadi empat sesi berturut-turut. Tekanan terbesar datang dari sektor teknologi dan pertahanan, sementara pasar masih menilai risiko disrupsi berbasis AI yang dianggap dapat “mengganggu” sejumlah industri terutama software, layanan bisnis, dan media.
Di papan saham, SoftBank Group jatuh 4% seiring eksposurnya yang besar ke sektor teknologi global, sedangkan Recruit Holdings emiten HR tech turun 3,8%. Kekhawatiran bahwa gelombang AI bisa mengubah struktur biaya dan daya saing membuat saham-saham berorientasi pertumbuhan kembali jadi sasaran aksi jual.
Saham-saham pertahanan juga ikut terkoreksi: Mitsubishi Heavy Industries turun 1,4% dan Kawasaki Heavy Industries melemah 2,6%. Tekanan meluas ke saham farmasi dan konsumen, menambah beban bagi pergerakan indeks secara keseluruhan.
Dari sisi kebijakan, pasar tidak mendapat “bahan bakar” baru. Gubernur Bank of Japan Kazuo Ueda menyatakan Perdana Menteri Sanae Takaichi tidak menyampaikan permintaan khusus dalam pertemuan rutin mereka pada Senin, sehingga tidak ada sinyal tambahan terkait arah moneter maupun fiskal yang bisa mengubah sentimen dalam waktu dekat.(asd)
Sumber : Newsmaker.id