Yen Menguat, Bursa Jepang Tahan Napas
Saham Jepang ditutup melemah tipis pada Kamis, saat perdagangan kembali berjalan usai libur. Sikap investor cenderung hati-hati setelah pejabat tinggi urusan mata uang Jepang menegaskan pemerintah tetap siaga memantau pergerakan valas, meski yen sudah menguat dan dolar cenderung melemah belakangan ini.
Indeks Nikkei 225 turun 0,02% atau sekitar 10,7 poin ke 57.639,84. Pernyataan kehati-hatian itu datang dari Atsushi Mimura, pejabat diplomasi mata uang Jepang, yang mengatakan otoritas tetap “berada dalam mode waspada” dan terus berkomunikasi dengan pihak AS terkait dinamika pasar.
Mimura menolak berkomentar soal kemungkinan “rate check” (pengecekan kurs oleh otoritas) dan menegaskan pemantauan akan terus dilakukan. Yen sempat melemah ke kisaran 154 per dolar usai data tenaga kerja AS yang lebih kuat dari perkiraan, sebelum berbalik menguat ke area 152-an, level terkuat sejak akhir Januari.
Dari sisi data, Jepang merilis Producer Price Index (PPI) yang naik 2,3% (yoy) pada Januari dan naik 0,2% (mom) dari Desember. Kenaikan terlihat pada makanan dan minuman (+4,7%) serta peralatan transportasi (+1,2%), sementara listrik, gas, dan air turun 4,3%. Harga ekspor naik 2% (mom) dalam basis kontrak mata uang, sedangkan harga impor naik 1,2%.
Di level emiten, Suzuken turun 4% setelah mengumumkan restrukturisasi operasi logistik melalui dua pemisahan perusahaan dalam grup, termasuk memisahkan logistik manufaktur menjadi unit baru mulai 1 April. Hyakugo Bank naik 3%, didorong kabar rasio kecukupan modal konsolidasi meningkat ke 13% per akhir Desember (dari 12,6% tiga bulan sebelumnya). Sementara Sakata INX naik 4% setelah menyatakan akan beralih ke struktur holding dan berganti nama menjadi INX Holdings Corp., efektif 1 Januari 2027. (asd)
Source: Newsmaker.id