Nikkei Datar, Volatilitas Meledak – Ada Apa di Balik Layar?
Bursa Jepang ditutup melemah tipis pada perdagangan Selasa(2/12), dengan indeks Nikkei 225 turun hanya 0,01%. Tekanan utama datang dari sektor Kertas & Pulp, Transportasi, dan Komunikasi yang cenderung melemah. Meski indeks terlihat lesu, di bawah permukaan pasar sebenarnya cukup ramai: jumlah saham yang turun jauh lebih banyak dibanding yang naik, yakni 2.535 berbanding 1.035, sementara 256 saham lainnya tidak banyak berubah.
Di sisi lain, masih ada beberapa saham unggulan yang justru mencuri perhatian. Nippon Electric Glass Co., Ltd. melonjak hampir 10% ke 6.335,0 dan mencetak level tertinggi dalam 5 tahun. NGK Insulators, Ltd. juga naik 7,20% ke 3.291,0, yang juga merupakan level tertinggi 5 tahun, sementara Fanuc Corp. menguat 6,51% ke 5.366,0 dan menyentuh level tertinggi 3 tahun. Sebaliknya, saham-saham seperti Tokyo Electric Power Co., Isetan Mitsukoshi Holdings, dan Sumitomo Dainippon Pharma justru anjlok lebih dari 5%, menunjukkan kontras tajam antara pemenang dan pecundang di bursa hari ini. Volatilitas Nikkei pun ikut naik hampir 9% ke 30,08, menandakan kecemasan pasar mulai meningkat.
Dari sisi komoditas dan valuta, harga minyak mentah WTI Januari naik tipis 0,29% ke sekitar $59,49 per barel, sedangkan Brent Februari menguat 0,17% ke $63,28 per barel. Emas berjangka Februari justru terkoreksi 0,74% ke $4.243,25 per troy ons. Di pasar mata uang, dolar AS menguat terhadap yen dengan USD/JPY naik ke 155,77, sementara EUR/JPY bergerak naik ke 180,87. Indeks Dolar AS berjangka sendiri nyaris tidak berubah, turun tipis 0,01% ke 99,36, menandakan pelaku pasar masih berhitung hati-hati terhadap arah dolar dan sentimen risiko global. (az)
Sumber: Newsmaker.id