Apa yang Bikin Nikkei Masih Tertekan?
Indeks Nikkei 225 ditutup melemah 0,34% ke level 48.538 pada perdagangan Rabu(19/11), sementara indeks yang lebih luas, Topix, turun 0,17% ke 3.246. Ini menjadi penurunan hari keempat berturut-turut untuk saham-saham Jepang. Tekanan utama datang dari sektor teknologi yang masih “dihukum” pasar karena kekhawatiran valuasi sudah terlalu tinggi.
Investor juga memilih berhati-hati menjelang rilis laporan keuangan Nvidia yang sangat ditunggu, mengingat banyak perusahaan teknologi Jepang terhubung dengan rantai pasok AI global. Sejumlah saham teknologi besar jadi penekan indeks, di antaranya Advantest (-0,6%), Lasertec (-2,2%), Disco Corp (-3,4%), Tokyo Electron (-2%), dan Hitachi (-1,5%). Pergerakan ini menunjukkan sentimen sektor teknologi masih rapuh.
Selain itu, pasar saham Jepang juga terbebani kenaikan imbal hasil obligasi dalam negeri dan ketegangan diplomatik dengan Tiongkok. Dari sisi kebijakan, Gubernur Bank of Japan Kazuo Ueda pada Selasa menyampaikan kepada Perdana Menteri Sanae Takaichi bahwa bank sentral akan menaikkan suku bunga secara bertahap. Tujuannya adalah membawa inflasi ke target 2%, tetapi tetap menjaga pertumbuhan ekonomi agar berjalan secara berkelanjutan. (az)
Sumber: Newsmaker.id