Risiko Geopolitik Tekan HK, Saham Pak Tak Ngebut
Saham-saham Hong Kong ditutup turun pada perdagangan Senin (19/1), seiring investor mencerna perlambatan pertumbuhan ekonomi China pada kuartal IV serta menimbang kembali meningkatnya risiko geopolitik setelah Amerika Serikat memberi sinyal kemungkinan tarif baru terhadap Eropa.
Indeks Hang Seng terkoreksi 281,06 poin atau 1,1% ke level 26.563,90. Sementara itu, Hang Seng China Enterprises Index turun 86,36 poin atau 0,9% ke 9.134,45.
Produk Domestik Bruto (PDB) China tercatat tumbuh 4,5% pada kuartal IV 2025, melandai dari 4,8% pada kuartal sebelumnya, namun sedikit lebih baik dari perkiraan 4,4% berdasarkan survei Reuters.
Secara tahunan, ekonomi China tumbuh 5%, sesuai dengan target pertumbuhan tahunan pemerintah.
Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump pada Sabtu menyatakan akan memberlakukan putaran baru tarif yang meningkat terhadap sekutu-sekutu Eropa, menyusul penolakan mereka terhadap rencana pengambilalihan Greenland yang ia usulkan.
Dalam unggahan di Truth Social, Trump menyebut tambahan tarif impor 10% akan berlaku mulai 1 Februari untuk barang-barang dari Denmark, Norwegia, Swedia, Prancis, Jerman, Belanda, Finlandia, dan Inggris Raya.
Dari ranah korporasi, Pak Tak International (HKG:2668) melonjak 39% setelah menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk menjajaki kemungkinan akuisisi sebagian atau seluruh kepemilikan saham pada perusahaan emas berbasis di Tanzania.
Sementara itu, GOME Retail ditutup hampir 27% lebih tinggi setelah menyatakan berencana menerbitkan lebih dari 25 miliar saham untuk menyelesaikan kewajiban pembayaran (payables) yang masih tertunggak sekitar 336,8 juta yuan.(yds)
Sumber: Newsmaker.id