Saham Hong Kong Rontok, AI Melemah & Sinyal Ekonomi AS Bikin Pasar Galau
Pasar saham Hong Kong ditutup melemah tajam pada Jumat (21/11), mengikuti aksi jual semalam di Wall Street. Kekhawatiran baru soal sektor AI dan sinyal ekonomi AS yang membingungkan membuat investor menghindari aset berisiko. Indeks Hang Seng turun 615,55 poin atau 2,4% ke 25.220,02, sementara Hang Seng China Enterprises Index jatuh 223,56 poin atau 2,5% ke 8.919,78.
Di Amerika Serikat, saham-saham teknologi kembali jadi sumber gejolak. Meskipun Nvidia menyampaikan prospek yang positif, kekhawatiran tentang valuasi sektor teknologi yang sudah terlalu tinggi kembali mencuat. Nasdaq mencatat pergerakan harian paling tajam sejak 9 April, ketika pasar sempat diguncang isu tarif era Trump, menurut laporan Reuters.
Dari sisi data, laporan tenaga kerja AS untuk September menunjukkan penambahan lapangan kerja yang lebih kuat dari perkiraan, tetapi tingkat pengangguran justru naik dan data bulan-bulan sebelumnya direvisi turun. Hasil campuran ini membuat gambaran pasar tenaga kerja jadi tidak jelas saat The Fed mempertimbangkan langkah kebijakan berikutnya. Sejumlah pejabat The Fed juga terdengar berhati-hati terhadap inflasi dan memperingatkan risiko koreksi tajam harga aset jika kondisi keuangan terlalu longgar.
Di sisi korporasi, saham Miniso ditutup turun hampir 3% setelah melaporkan penurunan laba bersih kuartal ketiga meski pendapatan naik 28%. Sebaliknya, saham Kelfred melonjak 15% setelah perusahaan mengumumkan bahwa pemegang saham pengendalinya, Conquer Holding, sedang dalam pembicaraan dengan calon pembeli untuk kemungkinan penjualan 54,19% kepemilikan sahamnya.
Kondisi ini menunjukkan sentimen pasar yang bercampur: tekanan kuat di indeks utama, tetapi masih ada pergerakan tajam di saham-saham individual.
Sumber: MTNewswires