Hang Seng Akhirnya Mantul, Sinyal Balik Arah?
Saham Hong Kong naik sekitar 79 poin, atau 0,3%, ke level 25.907 pada Kamis(20/11) pagi, menghentikan penurunan empat hari berturut-turut. Kenaikan ini terjadi setelah bursa saham di kawasan Asia menguat, menyusul laporan pendapatan Nvidia yang kuat yang kembali menenangkan kekhawatiran soal valuasi saham-saham bertema AI. Sentimen juga didukung keputusan bank sentral Tiongkok (PBoC) yang kembali menahan suku bunga pinjaman acuannya di level terendah sepanjang sejarah untuk keenam kalinya, menunjukkan sikap kebijakan yang masih longgar dan mendukung pertumbuhan.
Saham sektor keuangan dan properti menjadi penopang utama penguatan indeks. Keduanya terbantu oleh tingginya minat investor terhadap penerbitan obligasi Tiongkok berdenominasi euro senilai 4 miliar euro, yang menunjukkan kepercayaan investor global masih kuat terhadap aset Tiongkok. Meski begitu, kenaikan indeks Hang Seng masih terbatas karena pelaku pasar menunggu rilis data inflasi Oktober Hong Kong yang akan keluar hari ini, setelah beberapa bulan terakhir inflasi cenderung stabil.
Di sisi lain, tensi geopolitik tetap menjadi perhatian. Beijing dilaporkan berencana menangguhkan impor makanan laut dari Jepang, memperburuk ketegangan setelah PM Jepang Sanae Takaichi menyatakan Tokyo bisa merespons secara militer jika Tiongkok menyerang Taiwan. Di level saham individu, Lenovo naik 3% didukung laporan pendapatan kuartal ketiga yang solid di tengah tren AI. Saham lain yang ikut menguat adalah China Hongqiao Group (3,1%), Kuaishou Tech (2,7%), dan SMIC (1,9%). (az)
Sumber: Newsmaker.id