Saham Eropa Melemah, Sentimen Global Menghantam
Saham-saham Eropa kembali melemah pada perdagangan Rabu(21/1), memperpanjang tekanan jual yang terjadi sepanjang pekan ini. Ketegangan perdagangan yang kembali memanas terkait Greenland menutup dampak positif dari laporan keuangan perusahaan yang sebenarnya cukup solid. Investor terlihat masih memilih bersikap hati-hati di tengah ketidakpastian global.
Indeks pan-Eropa STOXX 600 turun 0,1% pada pagi hari, dengan sektor jasa keuangan dan perbankan menjadi yang paling terpukul. Kedua sektor tersebut masing-masing turun sekitar 0,6%, mencerminkan kekhawatiran investor terhadap dampak kebijakan perdagangan yang lebih ketat dan potensi perlambatan ekonomi.
Tekanan pasar meningkat setelah Presiden AS Donald Trump mengancam akan menerapkan kenaikan tarif baru mulai 1 Februari terhadap delapan negara Eropa. Ancaman tersebut disebut akan tetap berlaku sampai Amerika Serikat diizinkan membeli Greenland. Hingga kini, belum ada sinyal jelas bahwa Trump akan melunakkan sikapnya, membuat pasar menunggu pidatonya di Forum Ekonomi Dunia di Davos.
Di tengah sentimen negatif, beberapa saham justru mencatat kenaikan. Saham Rio Tinto naik 3,1% setelah perusahaan tambang tersebut melaporkan produksi bijih besi dan tembaga kuartalan yang melampaui perkiraan. Saham Barry Callebaut juga melonjak 5,9% setelah menunjuk mantan bos Unilever, Hein Schumacher, sebagai direktur utama.
Sementara itu, data ekonomi Inggris menunjukkan harga konsumen naik lebih tinggi dari perkiraan pada Desember. Namun, inflasi sektor jasa sesuai dengan ekspektasi Bank of England, sehingga tidak banyak memengaruhi pasar. Indeks FTSE 100 London bergerak stabil, menunjukkan pasar Inggris relatif lebih tenang dibandingkan bursa Eropa lainnya.(alg)
Sumber: Newsmaker.id