PMI Turun, Yen Terseret
Yen Jepang (JPY) melemah selama sesi Asia setelah survei swasta menunjukkan pada hari Rabu(24/9) bahwa aktivitas sektor manufaktur di Jepang turun pada laju tercepat dalam enam bulan terakhir pada bulan September. Data yang mengecewakan ini muncul di tengah kekhawatiran tentang hambatan ekonomi yang berasal dari tarif AS, yang, bersama dengan ketidakpastian politik domestik, mungkin memberi Bank of Japan (BoJ) lebih banyak alasan untuk menunda kenaikan suku bunga lebih lanjut.
Selain itu, munculnya beberapa aksi beli Dolar AS (USD) membantu pasangan USD/JPY mendapatkan daya tarik positif dan mengakhiri penurunan dua hari berturut-turut.
Sementara itu, terdapat dua anggota dewan yang memberikan suara menentang keputusan BoJ pekan lalu untuk mempertahankan suku bunga, yang menggarisbawahi meningkatnya tekanan di dalam bank sentral untuk secara bertahap mengurangi stimulus moneter besar-besarannya.
Sebaliknya, Federal Reserve AS (Fed) mengisyaratkan bahwa dua penurunan suku bunga lagi akan menyusul hingga akhir tahun ini setelah menurunkan biaya pinjaman untuk pertama kalinya sejak Desember pekan lalu. Hal tersebut dapat menjadi penghambat bagi USD, dan perbedaan pandangan kebijakan BoJ-Fed dapat membantu membatasi kerugian JPY yang berimbal hasil lebih rendah, sehingga mendorong kehati-hatian bagi para investor bullish USD/JPY. (az)
Sumber: FXstreet.com