Yen Loyo Jelang BoJ
Yen Jepang melemah pada hari kedua pada Kamis, mundur dari level terkuat sejak 7 Juli. Penguatan Dolar AS setelah rapat The Fed dan suasana pasar yang lebih “risk-on” menekan minat terhadap aset safe haven seperti JPY.
Ketidakpastian politik di dalam negeri memicu kekhawatiran bahwa Bank of Japan (BoJ) dapat menunda kenaikan suku bunga. Data Core Machinery Orders yang lebih lemah dari perkiraan ikut menambah tekanan pada yen.
Meski begitu, pelaku cenderung menahan diri dari posisi agresif sampai hasil rapat dua hari BoJ diumumkan pada hari Jumat. Konsensusnya, BoJ tetap berada di jalur normalisasi bertahap—berbeda dengan The Fed yang kini lebih dovish.
Perbedaan arah kebijakan tersebut berpotensi membatasi pelemahan yen, namun pemulihan Dolar AS dari level terendah sejak 2022 masih bisa menopang USD/JPY. Arah berikutnya akan ditentukan oleh panduan BoJ soal inflasi, pertumbuhan, dan waktu kenaikan suku bunga berikutnya.
Poin penting:
JPY melemah dua hari berturut-turut; USD pulih pasca-Fed.
Ketidakpastian politik & perintah mesin yang lemah menekan yen.
Pasar wait-and-see jelang keputusan BoJ pada hari Jumat.
Normalisasi BoJ vs dovish Fed → batasi pelemahan JPY, dukung USD/JPY.
Sumber: Bloomberg.com