Dolar Perkasa Lagi Pasca FOMC, Pound Lesu
Dolar AS menguat pada Jumat (19/9), yang memperpanjang rebound terhadap mayoritas mata uang utama, seiring para pedagang menilai kembali prospek jangka pendek setelah Federal Reserve memangkas suku bunga pekan ini namun memberi sinyal bahwa pelonggaran lebih lanjut akan berlangsung secara bertahap.
Indeks Dolar AS, yang menelusuri greenback terhadap enam mata uang utama, naik 0,3% ke 97,653 pada Jumat. Indeks yang sempat turun 1% pada Senin dan Selasa karena ekspektasi The Fed akan memberi sinyal rangkaian pemangkasan cepat itu akhirnya hampir datar sepanjang pekan.
Pada Rabu, The Fed melakukan pemangkasan suku bunga yang telah diperkirakan, tetapi memberi sinyal tak ada urgensi untuk menurunkan biaya pinjaman dengan cepat dalam beberapa bulan ke depan. Proyeksi suku bunga (dot plot) menunjukkan dua pemangkasan lagi tahun ini.
“Ini benar-benar pekan yang terbagi dua,” kata Marc Chandler, kepala strategi pasar di Bannockburn Forex. “Hasil voting dan titik-titik (dot) sebenarnya tidak sedovish pernyataan resmi dan kekhawatiran mengenai pasar tenaga kerja,” tambahnya.
Karena dolar mengalami tekanan jual dalam beberapa hari sebelum keputusan The Fed, mata uang AS masih berpeluang rebound lebih lanjut. “Kami sampaikan kepada klien bahwa ini hanya pergerakan berlawanan tren (counter-trend). Jika Anda harus menjual dolar, Anda akan mendapat level yang lebih baik dalam waktu dekat,” ujar Chandler.
Sterling melemah
Sterling turun pada Jumat setelah angka pinjaman pemerintah Inggris melampaui perkiraan resmi, semakin memperumit prospek fiskal negara itu, sementara yen menguat setelah keputusan Bank of Japan untuk menahan suku bunga mengungkap perbedaan pandangan di dewan.
Pound menjadi salah satu kinerja terburuk di antara mata uang G10, mencerminkan kekhawatiran investor bahwa Menteri Keuangan Inggris Rachel Reeves mungkin tidak mampu menjaga anggarannya tetap terkendali. Mata uang itu turun 0,6% ke $1,347, menuju penurunan dua hari terbesar sejak akhir Juli.
Dalam sesi yang bergejolak setelah keputusan BOJ, yang mempertahankan suku bunga di 0,5%, yen sempat melonjak lalu mundur, sehingga membuat dolar melemah sekitar 0,04% terhadap mata uang Jepang di 147,93 yen.(yds)
Sumber: Reuters