Dolar AS Tertekan, Pasar Cermati Langkah IEA dan Data Inflasi
Dolar AS bergerak melemah untuk hari keempat berturut-turut setelah muncul laporan bahwa International Energy Agency (IEA) mengusulkan pelepasan cadangan minyak terbesar dalam sejarahnya. Langkah ini dinilai dapat membantu meredakan kekhawatiran pasar terhadap pasokan energi global, sehingga mengurangi dorongan safe haven yang sebelumnya menopang mata uang AS.
Bloomberg Dollar Spot Index tercatat turun 0,1%, sementara imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun ikut bergerak lebih rendah 1 basis poin ke 4,15%. Menurut laporan tersebut, pelepasan cadangan ini akan melampaui 182 juta barel minyak yang pernah digelontorkan negara-negara anggota IEA dalam dua tahap pada tahun 2022, saat Rusia memulai invasi penuh ke Ukraina.
Kepala riset Asia ANZ, Khoon Goh, mengatakan dolar AS melemah tipis karena selama ini tabungan sebagai mata uang safe haven secara default. Oleh karena itu, setiap kabar yang berpotensi mengurangi risiko gangguan pasokan minyak cenderung langsung tercermin pada pelemahan dolar. Sentimen ini juga membuat pelaku pasar sedikit mengurangi posisi pertahanan mereka.
Di sisi lain, perhatian investor kini beralih ke data inflasi AS yang akan dirilis Rabu waktu setempat. Inflasi Februari diperkirakan naik 2,4% secara tahunan. Di pasar valas, euro, dolar Australia, dan poundsterling masing-masing menguat sekitar 0,1% terhadap dolar AS, sementara franc Swiss dan yen Jepang cenderung stabil. Kondisi ini menunjukkan pasar masih menuju baru dari kombinasi sentimen energi dan inflasi AS.(asd)
Sumber: Newsmaker.id