Reli Dolar Terhenti, Pasar Timbang Akhir Konflik Iran dan Risiko Hormuz
Reli dolar AS kehilangan momentum pada Selasa (10/3) ketika investor menilai peluang perang AS–Israel dengan Iran dapat segera mereda, meski eskalasi militer masih berlangsung. Indeks dolar (DXY) turun 0,3% ke 98,91 pada 15:47 ET.
Presiden AS Donald Trump mengatakan konflik yang telah berjalan lebih dari sepekan bisa berakhir “sangat segera,” namun memperingatkan pertempuran dapat meningkat jika Iran mencoba memblokir pengiriman melalui Selat Hormuz, jalur vital yang menangani sekitar seperlima aliran minyak dunia. Di saat yang sama, AS dilaporkan melancarkan serangan udara terberatnya ke Iran pada Selasa, menegaskan ketidakpastian tetap tinggi.
Penguatan dolar beberapa hari terakhir ditopang kekhawatiran disrupsi berkepanjangan di Hormuz yang bisa memicu lonjakan inflasi global. Meski ada harapan de-eskalasi dari komentar Trump, pasar menilai pembalikan dolar akan lebih berkelanjutan jika arus minyak yang kini tertahan di sekitar Hormuz mulai kembali mengalir normal.
Di pasar valuta utama, EUR/USD turun 0,2% ke 1,1609, sementara GBP/USD melemah 0,1% ke 1,3414, seiring pasar tetap berhati-hati terhadap dampak energi dan jalur suku bunga global.
Di Asia, USD/JPY naik 0,2% ke 158,07, dengan yen masih tertekan oleh ketidakpastian energi yang berisiko bagi Jepang sebagai importir minyak utama yang bergantung pada rute Hormuz. Data revisi menunjukkan PDB Jepang kuartal IV tumbuh lebih kuat dari perkiraan awal, memberi sinyal ketahanan, namun ruang kenaikan suku bunga Bank of Japan dinilai terbatas di tengah volatilitas pasar. (Arl)
Sumber : Newsmaker.id