Dolar Tertekan, Risk-On Balik Jalan
Dolar AS memulai pekan dengan langkah pelan. Dollar Index (DXY) bergerak di sekitar 97,5 dan turun sekitar -0,27% hari ini di sesi Eropa hari Senin (9/2), karena pasar memilih “wait and see” jelang rilis data penting AS yang bakal nentuin arah The Fed.
Tekanan ke dolar juga kebantu suasana risk-on yang mulai balik. Saat minat risiko membaik, permintaan ke dolar sebagai aset defensif biasanya turun. Dan pekan ini, fokus utama jelas: data tenaga kerja (Rabu) dan inflasi/CPI (Jumat)—dua angka yang bisa bikin ekspektasi suku bunga berubah mendadak.
Di pasar yen, pergerakannya rame. USD/JPY turun ke kisaran 156,8 (sekitar -0,25%), setelah yen sempat melemah lalu balik menguat di sesi Eropa. Pemilu Jepang dan potensi stimulus fiskal bikin pasar cepat atur ulang posisi—hasilnya: yen jadi gampang “goyang” dalam sehari.
Sementara itu di Eropa, mata uang utama ikut ambil panggung saat dolar melemah. EUR/USD ada di sekitar 1,1854 (naik +0,33%), sedangkan GBP/USD berada di 1,3602 (turun tipis -0,05%).
Untuk mata uang komoditas, AUD/USD paling mencolok: naik ke sekitar 0,7036 (menguat +1,23%). NZD/USD relatif tenang di 0,6021 (turun tipis -0,05%). Di Asia, yuan juga stabil, dengan USD/CNY sekitar 6,9235 (turun -0,11%), menandakan tekanan dolar terasa cukup luas hari ini. (Arl)
Sumber : Newsmaker.id