Dolar Tersendat; Risiko & Data Jadi Sorotan
Indeks Dolar AS (DXY) pada awal sesi Eropa hari Jumat (6/2) melemah tipis setelah Kamis sempat menyentuh area tertinggi dua minggu di sekitar 98. Pergerakan ini terjadi karena pasar masuk mode “wait and see” menunggu rilis Michigan Consumer Sentiment (prelim Februari) malam nanti WIB, plus komentar bank sentral yang bisa mengubah ekspektasi suku bunga. DXY terakhir terpantau di kisaran 97,77–97,85.
Sentimen risk-off masih terasa. Wall Street semalam turun lebih dari 1% dan itu sempat menopang dolar karena investor cari aset aman. Namun pagi ini, futures indeks saham AS justru masih turun (sekitar 0,2%–0,5%), menandakan pasar masih defensif. Dari sisi data, JOLTS job openings AS turun ke 6,54 juta (lebih lemah dari ekspektasi 7,2 juta), ikut bikin pasar makin sensitif soal arah ekonomi.
Di Eropa, ECB menahan suku bunga sesuai ekspektasi. Christine Lagarde menyinggung euro yang lebih kuat bisa menekan inflasi lebih besar dari perkiraan (meski ECB menegaskan tidak menargetkan kurs). Dampaknya, EUR/USD sempat tertekan lalu stabil lagi. EUR/USD saat ini sekitar 1,178–1,180.
Di Inggris, BoE menahan suku bunga di 3,75% dengan voting ketat, dan komentar soal disinflasi membuat pasar menilai jalur suku bunga ke depan makin tricky. Pound sempat terpukul, lalu mulai konsolidasi. GBP/USD sekarang sekitar 1,356 (range harian kurang lebih 1,3509–1,3579).
Dari Kanada, perhatian pasar tertuju ke data tenaga kerja Januari. Ekspektasi tingkat pengangguran tetap 6,8% dan pekerjaan bersih naik sekitar 7.000 (sesuai narasi). Menjelang rilis, USD/CAD bergerak di kisaran 1,367–1,371, setelah sebelumnya menguat pada Kamis.
Sementara itu di Jepang, USD/JPY masih konsolidasi dan investor cenderung menahan posisi besar jelang pemilu akhir pekan. USD/JPY terakhir di sekitar 156,86 dengan range hariannya kira-kira 156,53–157,07. (Arl)
Sumber : Newsmaker.id