CPI Melunak, Dolar Kehilangan Tenaga
Dolar AS sempat menguat pada hari Selasa (13/1) setelah rilis data inflasi, namun kenaikannya cepat terpangkas karena inflasi inti AS ternyata lebih rendah dari perkiraan. Data ini menguatkan pandangan bahwa Federal Reserve masih punya ruang untuk mulai melonggarkan kebijakan di akhir tahun. Indeks Spot Dolar Bloomberg tetap bergerak sedikit lebih tinggi setelah laporan CPI, meski sebelumnya sempat naik hingga sekitar 0,1%.
Biro Statistik Tenaga Kerja AS melaporkan CPI inti naik 0,2% (MoM) pada Desember, di bawah estimasi pasar 0,3%. Secara tahunan, CPI inti berada di 2,6% (YoY)—menyamai level terendah dalam empat tahun. Angka yang “lebih dingin” ini membuat dolar kehilangan tenaga karena pasar kembali mempertimbangkan skenario penurunan suku bunga di periode berikutnya.
Di pasar mata uang utama, yen Jepang jadi yang paling tertinggal setelah kabar politik dari Tokyo. USD/JPY naik 0,5% ke 158,90, level tertinggi sejak Juli 2024, setelah laporan media menyebut Perdana Menteri Sanae Takaichi mempertimbangkan pemilu mendadak. Risiko politik ini membuat yen tertekan karena investor memilih menghindari ketidakpastian.
Sementara itu, pergerakan mata uang lain juga cenderung melemah terhadap dolar: EUR/USD turun 0,6% ke 1,1660, dan GBP/USD turun tipis ke 1,3459 (dengan pola teknikal bullish yang masih membuka peluang uji level tinggi baru). Di Kanada, USD/CAD bertahan dekat 1,3880 setelah data menunjukkan nilai izin pembangunan turun 13,1% (MoM) pada November—menambah alasan pasar menilai pertumbuhan Kanada sedang melambat. (Arl)
Sumber : Newsmaker.id