Dolar Menguat Tipis, Pasar Nunggu “Angka Penentu” AS
Indeks dolar (DXY) bertahan di sekitar 98,5 pada Rabu, setelah mencatat kenaikan di sesi sebelumnya. Penguatan ini terjadi karena investor mulai “pasang posisi” jelang rangkaian data ekonomi Amerika Serikat yang bisa memengaruhi ekspektasi arah kebijakan suku bunga The Fed.
Fokus pasar hari ini tertuju pada rilis ISM Services PMI dan data JOLTS job openings. Setelah itu, perhatian berlanjut ke klaim pengangguran mingguan pada Kamis, lalu puncaknya laporan tenaga kerja (jobs report) bulan Desember pada Jumat. Data-data ini biasanya jadi pemicu volatilitas di dolar, emas, dan pasar saham.
Sebelumnya, data ISM menunjukkan aktivitas manufaktur AS mengalami kontraksi terdalam sejak 2024. Sinyal pelemahan ini membuat pasar makin sensitif terhadap data lanjutan: apakah ekonomi memang melambat cukup kuat sampai The Fed perlu segera memangkas suku bunga, atau justru masih cukup tahan banting.
Investor juga mencermati komentar pejabat The Fed. Gubernur Stephen Miran menyebut bank sentral perlu memangkas suku bunga secara agresif tahun ini untuk menjaga momentum ekonomi. Tapi meski ada pernyataan tersebut, pasar saat ini masih mem-price in peluang di atas 80% bahwa The Fed akan menahan suku bunga di pertemuan terdekat.
Dari faktor eksternal, dolar ikut mendapat dukungan karena euro melemah, setelah data inflasi di Jerman dan Prancis lebih lunak dari perkiraan. Kombinasi “nunggu data AS” + euro yang tertekan bikin dolar tetap kokoh, setidaknya sampai angka-angka penting malam ini keluar.
Sumber: Newsmaker.id