Yield Menguat, Dolar Ikut Melaju
Dolar AS menguat pada Selasa (6/1), bergerak searah dengan kenaikan imbal hasil Treasury. Pasar sedang ramai penerbitan obligasi korporasi (corporate-bond sales) dan investor memilih posisi lebih defensif sambil menunggu rangkaian data baru untuk membaca arah suku bunga Federal Reserve.
Indeks Bloomberg Dollar Spot naik 0,2%, mencoba pulih setelah sempat melemah dan “terpental” dari area teknikal 100-day moving average pada perdagangan sebelumnya. Dorongan dolar sejalan dengan yield AS yang naik, memberi sinyal permintaan dolar kembali menguat ketika pasar menata portofolio di tengah agenda data yang padat.
Dari sisi data, S&P Global Services PMI tercatat 52,5 dan Composite PMI 52,7—masih berada di zona ekspansi. Meski bukan “game changer”, angka ini membantu menjaga narasi bahwa aktivitas ekonomi AS tetap bertahan, sehingga pelaku pasar menahan diri untuk terlalu cepat agresif bertaruh pemangkasan suku bunga.
Di pasar utama, pasangan EUR/USD turun 0,3% ke 1,1687 menjelang rilis laporan inflasi zona euro pada Rabu. Volatilitas implisit 1-minggu euro juga naik ke level tertinggi sejak menjelang pertemuan ECB bulan lalu—tanda pasar bersiap menghadapi pergerakan besar.
Sementara itu USD/CHF naik 0,5% ke 0,7958, USD/JPY naik 0,2% ke 156,69, dan USD/CAD naik 0,3% ke 1,3806.(yds)
Sumber: Bloomberg.com