Perak Bertahan Dekat $49 di Tengah Ketidakpastian fiskal AS
Perak (XAG/USD) bergerak nyaris tak berubah pada hari Jumat (31/10), bertahan di sekitar $49 per ons saat investor mencerna pesan hati-hati dari Federal Reserve (The Fed) AS dan kemajuan diplomatik terbaru antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok.
Nada terukur Ketua The Fed Jerome Powell dalam konferensi pers Rabu menekan ekspektasi untuk pemotongan suku bunga lanjutan tahun ini. Powell menyatakan bahwa pemangkasan tambahan pada Desember “bukan sesuatu yang sudah bisa dianggap pasti,” menekankan bahwa keputusan kebijakan ke depan akan bergantung pada data ekonomi yang masuk.
Menurut alat CME FedWatch, peluang pemangkasan suku bunga 25 basis poin pada Desember turun ke sekitar 67% dari lebih 90% sepekan sebelumnya. Sikap hati-hati ini menopang imbal hasil US Treasury, dengan yield 10-tahun bertahan di dekat 4,10%, sekaligus menjaga Dolar AS (USD) tetap kuat.
Di sisi geopolitik, pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping pada KTT APEC di Korea Selatan menghasilkan gencatan dagang satu tahun yang berlangsung hingga November 2026. Berdasarkan kesepakatan tersebut, Washington akan memangkas setengah tarif terkait fentanyl, sementara Beijing akan menghapus bea pada sejumlah produk pertanian AS dan menunda penerapan pembatasan ekspor tanah jarang. Peredaan ketegangan sementara ini menurunkan kecemasan pasar dan membatasi permintaan aset lindung nilai seperti perak.
Sementara itu, shutdown pemerintahan AS yang kini memasuki pekan kelima terus memicu ketidakpastian politik dan ekonomi. Senat masih buntu sehingga menghambat pengesahan rancangan anggaran baru dan menunda rilis data ekonomi penting, yang meningkatkan kekhawatiran terhadap prospek pertumbuhan yang lebih luas.(yds)
Sumber: FXStreet