Perak Menguat Ditengah Tekanan Dolar AS, Kok Bisa ?
Harga perak dunia berpotensi cenderung bergerak naik hari ini, di tengah tekanan dari menguatnya Dolar AS dan berubahnya ekspektasi pasar terhadap kebijakan suku bunga The Fed. Pelaku pasar mulai mengurangi harapan pemangkasan suku bunga pada pertemuan Desember, setelah sejumlah pejabat The Fed menyampaikan nada yang lebih hati-hati soal kebutuhan untuk melonggarkan kebijakan. Ketika peluang pemangkasan suku bunga menyempit, imbal hasil aset berbunga menjadi relatif lebih menarik dan logam mulia seperti perak ikut tertekan.
Di sisi lain, perak tidak hanya dipandang sebagai logam berharga, tetapi juga memiliki fungsi ganda: sebagai aset lindung nilai (safe haven) dan sebagai logam industri yang digunakan di sektor panel surya, elektronik, hingga otomotif. Kekhawatiran terhadap kesehatan ekonomi global dan ketidakpastian arah data ekonomi AS setelah periode shutdown yang panjang masih membuat sebagian investor menahan posisi di perak sebagai pelindung portofolio. Hal ini berpotensi membatasi penurunan lebih dalam, terutama jika muncul data atau berita yang memperburuk sentimen risiko.
Pasar kini menunggu serangkaian rilis data ekonomi AS yang sempat tertunda, terutama laporan tenaga kerja dan petunjuk terbaru arah kebijakan The Fed. Data-data ini akan sangat menentukan apakah Dolar AS akan melanjutkan penguatannya atau justru berbalik melemah. Bagi perak, hasilnya bisa sangat menentukan: jika Dolar tetap kuat, ruang kenaikan perak akan terbatas, tetapi jika data melemah dan kembali menyalakan ekspektasi pemangkasan suku bunga, perak berpeluang memantul dan melanjutkan tren naik jangka menengahnya. Pasar pun dibuat penasaran: apakah sesi hari ini akan menjadi fase “penekanan terakhir” sebelum reli baru, atau awal dari koreksi yang lebih panjang untuk perak.(mrv)
Sumber : Newsmaker.id