Sentimen Pasar Ikut Memanas, Perak Tahan Goncangan
Harga perak pada sesi Eropa hari Jumat (14/11), masih bergerak kuat di kisaran $52–53 per troy ounce. Data spot menunjukkan perak naik nyaris 1% ke sekitar $52,7–53 setelah reli tajam beberapa pekan terakhir, dan kini hanya sedikit di bawah rekor historis $54,46 yang tersentuh pertengahan Oktober. Dalam sepekan, perak sudah naik beberapa dolar dari area $48-an, menandakan minat beli yang masih sangat kuat dari sisi investor.
Secara fundamental, reli perak masih ditopang kombinasi dua faktor utama: sentimen safe haven dan cerita defisit pasokan. Kekhawatiran atas prospek ekonomi AS setelah penutupan pemerintah, ketidakjelasan data inflasi dan tenaga kerja, serta peluang perubahan kebijakan The Fed membuat investor terus melirik logam mulia sebagai pelindung nilai. Di saat yang sama, laporan lembaga dan bank besar menunjukkan pasar perak berada dalam defisit struktural beberapa tahun berturut-turut, dengan permintaan industri dari panel surya, listrik kendaraan, dan elektronik yang terus meningkat lebih cepat dari pertumbuhan produksi tambang.
Namun, level harga yang sudah sangat tinggi juga membuat pasar lebih sensitif terhadap koreksi. Setelah reli lebih dari 70% sepanjang tahun dan sempat mencetak rekor baru, sebagian pelaku pasar mulai mewaspadai potensi ambil untung jangka pendek jika dolar AS menguat kembali atau ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed mundur. Untuk sementara, selama perak mampu bertahan di atas area $52 sebagai zona support kunci, tren naik jangka menengah masih dianggap utuh, meski volatilitas diperkirakan tetap tinggi. (Arl)
Sumber : Newsmaker.id