Di Tengah Shutdown, Perak Tetap Bersinar
Perak (XAG/USD) sedikit menguat pada hari Kamis (6/11), mempertahankan pemulihannya di atas level $48 karena penutupan pemerintah Amerika Serikat (AS) memperdalam ketidakpastian pasar. Pada saat penulisan, XAG/USD diperdagangkan di kisaran $48,40, menguat 0,60% hari ini, menyusul rebound yang kuat dari level terendah awal pekan.
Kebuntuan politik di Washington, yang kini memasuki minggu keenam, terus membebani sentimen dan memacu permintaan aset safe haven seperti Perak dan Emas. Investor tetap berhati-hati karena kebuntuan anggaran mengancam akan menghambat aktivitas ekonomi dan menunda rilis data makroekonomi utama, termasuk laporan Nonfarm Payrolls (NFP).
Sementara itu, Dolar AS (USD) sedikit melemah, dengan Indeks Dolar AS (DXY) turun di bawah level 100 setelah menyentuh level tertinggi lima bulan di awal pekan ini. Ketidakpastian fiskal yang berkelanjutan dan data AS yang beragam, termasuk data yang lebih kuat dari perkiraan dari laporan Perubahan Ketenagakerjaan ADP dan Indeks Manajer Pembelian (PMI) Jasa dari Institute for Supply Management (ISM), telah mempersulit prospek langkah Federal Reserve (Fed) selanjutnya.
Pelaku pasar kini memperkirakan bank sentral akan mempertahankan kebijakannya saat ini pada bulan Desember, dengan kemungkinan penurunan suku bunga yang semakin berkurang setelah data yang kuat minggu lalu. Namun, ketegangan geopolitik yang terus berlanjut, ditambah dengan potensi dampak penutupan pemerintah terhadap pertumbuhan, membuat prospek Perak tetap konstruktif.
Menurut World Gold Council (WGC), permintaan global untuk logam mulia tetap solid, didukung oleh rekor arus masuk ke Exchange-Traded Funds (ETF) dan pembelian berkelanjutan oleh bank sentral. Latar belakang ini, dikombinasikan dengan pelemahan Greenback, terus memperkuat daya tarik Perak sebagai investasi alternatif dan lindung nilai inflasi.
Dalam jangka pendek, kenaikan Perak dapat melemah karena investor menunggu arahan baru dari pejabat Federal Reserve nanti. Meskipun demikian, kombinasi ketidakpastian politik, arus masuk ETF yang stabil, dan permintaan safe haven yang kuat menunjukkan bahwa logam abu-abu ini kemungkinan akan tetap terdukung di atas ambang batas $48. (Arl)
Sumber: Fxstreet.com