• Fri, Jan 16, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Indonesia News Portal for Traders | Financial & Business Updates

6 November 2025 22:05  |

Di Tengah Shutdown, Perak Tetap Bersinar

Perak (XAG/USD) sedikit menguat pada hari Kamis (6/11), mempertahankan pemulihannya di atas level $48 karena penutupan pemerintah Amerika Serikat (AS) memperdalam ketidakpastian pasar. Pada saat penulisan, XAG/USD diperdagangkan di kisaran $48,40, menguat 0,60% hari ini, menyusul rebound yang kuat dari level terendah awal pekan.

Kebuntuan politik di Washington, yang kini memasuki minggu keenam, terus membebani sentimen dan memacu permintaan aset safe haven seperti Perak dan Emas. Investor tetap berhati-hati karena kebuntuan anggaran mengancam akan menghambat aktivitas ekonomi dan menunda rilis data makroekonomi utama, termasuk laporan Nonfarm Payrolls (NFP).

Sementara itu, Dolar AS (USD) sedikit melemah, dengan Indeks Dolar AS (DXY) turun di bawah level 100 setelah menyentuh level tertinggi lima bulan di awal pekan ini. Ketidakpastian fiskal yang berkelanjutan dan data AS yang beragam, termasuk data yang lebih kuat dari perkiraan dari laporan Perubahan Ketenagakerjaan ADP dan Indeks Manajer Pembelian (PMI) Jasa dari Institute for Supply Management (ISM), telah mempersulit prospek langkah Federal Reserve (Fed) selanjutnya.

Pelaku pasar kini memperkirakan bank sentral akan mempertahankan kebijakannya saat ini pada bulan Desember, dengan kemungkinan penurunan suku bunga yang semakin berkurang setelah data yang kuat minggu lalu. Namun, ketegangan geopolitik yang terus berlanjut, ditambah dengan potensi dampak penutupan pemerintah terhadap pertumbuhan, membuat prospek Perak tetap konstruktif.

Menurut World Gold Council (WGC), permintaan global untuk logam mulia tetap solid, didukung oleh rekor arus masuk ke Exchange-Traded Funds (ETF) dan pembelian berkelanjutan oleh bank sentral. Latar belakang ini, dikombinasikan dengan pelemahan Greenback, terus memperkuat daya tarik Perak sebagai investasi alternatif dan lindung nilai inflasi.

Dalam jangka pendek, kenaikan Perak dapat melemah karena investor menunggu arahan baru dari pejabat Federal Reserve nanti. Meskipun demikian, kombinasi ketidakpastian politik, arus masuk ETF yang stabil, dan permintaan safe haven yang kuat menunjukkan bahwa logam abu-abu ini kemungkinan akan tetap terdukung di atas ambang batas $48. (Arl)

Sumber: Fxstreet.com

Related News

SILVER

Setelah Tergelincir, Perak Kembali Bersinar di $36

Harga perak (XAG/USD) memangkas kerugian intraday-nya, diperdagangkan sekitar $36,10 per troy ounce selama jam Asia pada hari...

24 June 2025 10:24
SILVER

Konflik Meningkat, Tapi Perak Malah Melemah Kenapa?

Harga Perak (XAG/USD) bergerak turun ke sekitar $36,20 selama jam perdagangan Asia pada hari Senin. Pemulihan Greenback membe...

16 June 2025 11:14
SILVER

Dolar Turun ke Titik Terendah Baru Tahun Ini karena Kisah Ta...

Dolar turun untuk hari kelima karena para pedagang mengabaikan penangguhan tarif elektronik tertentu dan setelah Presiden Don...

14 April 2025 12:14
SILVER

Pasar Heboh! Perak Naik Tajam, Stok Fisik Mulai Langka

Harga perak terus melonjak dan kini diperdagangkan mendekati level tertinggi dalam 14 tahun terakhir. Kenaikan ini didorong o...

14 July 2025 15:11
BIAS23.com NM23 Ai