Emas Pangkas Penurunan Harian; Masih di Zona Merah Diatas $4900-an
Emas melanjutkan pelemahan untuk hari kedua dan sempat menyentuh level terendah lebih dari sepekan di sekitar $4.858/oz pada Selasa (17/2), sebelum memangkas kerugian dan kembali bertahan di atas $4.900/oz.
Tekanan datang dari kombinasi penguatan dolar yang bertahan dari sesi sebelumnya serta sentimen risk-on yang mengurangi kebutuhan aset safe-haven, sehingga permintaan terhadap emas cenderung menipis.
Meski demikian, pelemahan emas belum menunjukkan “Terjun bebas” karena pasar masih menilai jalur suku bunga AS tetap condong ke pelonggaran: peluang pemangkasan mulai pertengahan tahun masih tinggi, sehingga dolar pun sulit menguat agresif dan memberi bantalan bagi logam tanpa imbal hasil seperti emas.
Pelaku pasar kini memilih menahan posisi besar sambil menunggu petunjuk lebih jelas dari risalah rapat FOMC yang dijadwalkan rilis Rabu pukul 14.00 waktu AS (02.00 WIB Kamis).
Setelah Minutes, perhatian akan bergeser ke data PCE pada Jumat—indikator inflasi favorit The Fed—yang berpotensi mengubah ekspektasi arah suku bunga, menggerakkan dolar, dan pada akhirnya menentukan apakah emas punya ruang pulih atau justru kembali tertekan.
Di luar faktor moneter, pasar tetap sensitif terhadap geopolitik menjelang putaran kedua pembicaraan nuklir AS–Iran di Jenewa. Kekhawatiran eskalasi dapat menghidupkan kembali permintaan safe-haven, namun bila headline mengarah ke de-eskalasi, sentimen risk-on bisa kembali menahan pemulihan emas.
Dengan latar yang variatif—risk-on menekan, sementara ekspektasi cut rate dan risiko geopolitik menahan penurunan—pergerakan emas diperkirakan tetap “choppy” hingga sinyal dari Minutes dan data PCE memberi arah yang lebih tegas.(yds)
Sumber: Newsmaker.id