Emas Cetak Rekor Baru, Pasar Lari ke Aset Aman
Harga emas kembali mencetak rekor tertinggi pada Rabu pagi, saat pelaku pasar memburu aset safe-haven di tengah memanasnya tensi geopolitik—terutama gelombang protes besar di Iran yang memicu kekhawatiran konflik meluas. Ancaman langkah lebih keras dari AS ikut menambah ketidakpastian, sehingga emas makin “dicari” sebagai pelindung nilai.
Emas berjangka Februari naik sekitar $38 ke area $4.664 per ons, melampaui rekor penutupan sebelumnya di $4.614. Sementara itu, emas spot juga sempat mencetak rekor baru di sekitar $4.641,59 per ons, menegaskan momentum bullish masih kuat. Perak ikut menguat dan menyentuh rekor di sekitar $91,76 per ons, menandakan arus masuk ke logam mulia masih deras ketika pasar global sedang gelisah.
Dari sisi fundamental, dorongan emas tidak hanya datang dari geopolitik. Pasar juga masih menyorot isu independensi bank sentral AS, yang membuat kepercayaan terhadap arah kebijakan moneter jadi lebih sensitif. Di saat yang sama, data inflasi AS memberi sinyal campuran: PPI November naik 0,2% (m/m) dan 3,0% (y/y), sementara inflasi konsumen terbaru menunjukkan CPI 2,7% (y/y) dan CPI inti 2,6% (y/y)—cukup “jinak” untuk menjaga harapan pemangkasan suku bunga tetap hidup, tapi belum membuat kekhawatiran inflasi hilang sepenuhnya.
Untuk kebijakan The Fed, pasar saat ini masih condong melihat suku bunga ditahan pada pertemuan akhir Januari, sambil menunggu petunjuk berikutnya dari data dan komentar pejabat bank sentral. Di pasar keuangan, dolar cenderung stabil di kisaran 99-an pada indeks dolar, sementara yield obligasi AS bergerak turun tipis—kombinasi yang umumnya membuat emas lebih nyaman bertahan di level tinggi.(mrv)
Sumber : Newsmaker.id