Logam Mulia “Gila-gilaan” 2025: Perak +140%, Emas Terkuat Sejak 1979
Harga logam mulia sempat melemah pada Rabu (31/12), tapi secara tahunan 2025 tetap jadi tahun yang “liar”: perak memimpin reli dengan lonjakan lebih dari 140%, sementara emas mencetak kenaikan tahunan terkuat dalam lebih dari 40 tahun.
Di pasar spot, emas turun 0,4% ke sekitar $4.329/ons (level terendah lebih dari dua pekan). Meski begitu, emas baru saja mencetak rekor di $4.549/ons pada Jumat, menegaskan betapa kuatnya tren naik tahun ini.
Secara keseluruhan, emas sudah naik lebih dari 60% sepanjang 2025—tertinggi sejak 1979. Pendorongnya datang dari kombinasi pemangkasan suku bunga dan ekspektasi pelonggaran lanjutan The Fed, ditambah konflik geopolitik, pembelian bank sentral, dan arus masuk ke ETF emas.
Beberapa analis melihat dorongan ini bisa berlanjut. Kepala riset global macro di Tastylive, Ilya Spivak, menilai peluang emas mengetes level psikologis $5.000 bisa muncul menjelang akhir kuartal I 2026, karena katalis yang mengangkat emas terasa makin “mengunci” sentimen pasar.
Sementara itu, perak terkena koreksi lebih tajam: turun 5,6% ke sekitar $72,20/ons setelah menyentuh rekor $83,62 pada Senin. Walau turun harian besar, perak tetap jadi “juara” 2025 dengan kenaikan >140% dan menuju tahun terbaik sepanjang sejarahnya.
Lonjakan perak tahun ini didukung oleh beberapa faktor kuat: statusnya sebagai mineral kritis di AS, pasokan yang ketat, persediaan rendah, serta meningkatnya permintaan industri dan investasi. Artinya, bukan cuma hype—ada cerita supply-demand yang ikut mendorong.
Tekanan tambahan datang dari dolar AS yang menguat (membuat logam mulia berdenominasi dolar jadi relatif lebih mahal) dan faktor akhir tahun yang biasanya memicu profit taking. Logam lain pun ikut volatil: platinum turun 10% ke sekitar $1.979/ons (tapi masih +110% setahun), sedangkan palladium turun 3,9% ke $1.548/ons dan berpotensi finis +60% (terbaik dalam 15 tahun).
Poin pentingnya
Emas koreksi tipis, tapi 2025 tetap +60% dan terbaik sejak 1979.
Perak sempat ATH, lalu jatuh harian -5,6%, tapi setahun masih +140%.
Penggerak utama: rate cut The Fed, geopolitik, bank sentral, dan ETF.
Perak ditopang supply ketat + permintaan industri/investasi, plus status mineral kritis.
Dolar menguat + profit taking akhir tahun menekan harga di sesi terakhir.
Platinum & palladium juga “terbang”: masing-masing masih naik besar secara tahunan meski drop harian. yds)
Sumber: Reuters.com