• Fri, Jan 16, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Indonesia News Portal for Traders | Financial & Business Updates

14 October 2025 17:09  |

Pidato Powell: Risk-On atau Risk-Off?

Ketua Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell akan menyampaikan pidato tentang Prospek Ekonomi dan Kebijakan Moneter pada Pertemuan Tahunan National Associations for Business Economics (NABE) di Philadelphia pada hari Selasa (14/10). Dengan penutupan pemerintah AS yang menyebabkan rilis data penting ditunda, komentar Powell dapat memengaruhi valuasi Dolar AS (USD) dalam waktu dekat.

Meskipun komentar terbaru dari pejabat The Fed beragam, CME FedWatch Tool menunjukkan bahwa pasar saat ini sepenuhnya memperhitungkan penurunan suku bunga sebesar 25 basis poin (bps) pada bulan Oktober dan melihat kemungkinan hampir 90% untuk satu penurunan 25 bps lagi pada bulan Desember.

Gubernur The Fed Michael Barr mengatakan bahwa ia skeptis The Fed dapat mengatasi inflasi yang didorong oleh tarif dan menyatakan bahwa target inflasi menghadapi risiko yang signifikan. Ia menambahkan bahwa beberapa faktor dapat memitigasi risiko tersebut. Senada dengan itu, Presiden Fed St. Louis, Alberto Musalem, berpendapat bahwa akan sulit bagi Fed untuk merespons fluktuasi pasar tenaga kerja jangka pendek jika ekspektasi inflasi menjadi tidak terkendali.

Bernada lebih dovish, Presiden Fed San Francisco, Mary Daly, mencatat bahwa inflasi yang terjadi jauh lebih rendah daripada yang dikhawatirkan dan mengatakan bahwa pelemahan pasar tenaga kerja tampak mengkhawatirkan jika mereka tidak mengelola risikonya. Lebih lanjut, Presiden Fed Philadelphia, Anna Paulson, mengatakan dalam pidato publik pertamanya bahwa ia tidak memperkirakan tarif akan menyebabkan inflasi berkelanjutan dan menambahkan bahwa ia melihat risiko pasar tenaga kerja meningkat.

Jika Powell mengisyaratkan bahwa mereka perlu terus melonggarkan kebijakan sebagai respons terhadap kondisi pasar tenaga kerja yang memburuk, USD bisa kesulitan menemukan permintaan. Namun, posisi pasar menunjukkan bahwa USD tidak memiliki banyak ruang untuk melemah bahkan jika penurunan suku bunga pada bulan Desember sudah diperhitungkan sepenuhnya.

Di sisi lain, USD dapat terus mengungguli para pesaingnya jika Powell bersikap hati-hati dalam pemangkasan suku bunga berikutnya, dengan mempertimbangkan ketidakpastian yang ditimbulkan oleh kurangnya data inflasi dan ketenagakerjaan utama, serta kemungkinan eskalasi kembali konflik perdagangan AS-Tiongkok. (Arl)

Sumber: Fxstreet.c

Related News

FISCAL & MONETARY

Australia Pangkas Suku Bunga Tunai ke Level Terendah 2 Tahun...

Bank Sentral Australia (RBA) memangkas suku bunga tunai sebesar 25bps menjadi 3,85% pada pertemuan bulan Mei, pemangkasan suk...

20 May 2025 12:13
FISCAL & MONETARY

Bank of Japan Main Aman, Pengurangan JGB Bakal Dipangkas?

Bank of Japan (BoJ) diperkirakan akan mempertahankan suku bunga jangka pendek tidak disesuaikan pada 0,5% setelah tinjauan ke...

17 June 2025 08:18
FISCAL & MONETARY

Kepala BOJ Berjanji Untuk Meneliti Dampak Tarif AS Dalam Men...

Gubernur Bank of Japan Kazuo Ueda mengatakan pada hari Rabu (9/4) bahwa bank sentral akan menganalisis dengan cermat bagaiman...

9 April 2025 08:28
FISCAL & MONETARY

BOJ Pertahankan Suku Bunga, Pangkas Prospek Pertumbuhan PDB

Bank of Japan (BOJ) mempertahankan suku bunga jangka pendek utamanya tidak berubah pada 0,5% selama pertemuannya di bulan Mei...

1 May 2025 10:46
BIAS23.com NM23 Ai