Kenapa Arah Kebijakan Powell Kini Dianggap Dovish ?
Harga emas kembali menguat tajam setelah pasar menafsirkan pidato terbaru Ketua Federal Reserve, Jerome Powell, bernuansa dovish. Menariknya, reaksi ini berbeda dengan beberapa bulan lalu, ketika komentar serupa justru dianggap hawkish dan menekan harga emas.
Perbedaan respons pasar ini terjadi karena konteks kebijakan moneter AS telah berubah. Pada fase awal pemangkasan suku bunga, The Fed menekankan bahwa langkah pelonggaran akan dilakukan secara hati-hati. Kala itu, pasar menganggap pesan tersebut hawkish karena ekspektasi pemangkasan cepat tidak terwujud, sehingga dolar menguat dan emas tertekan.
Kini, dengan inflasi yang melandai dan risiko resesi semakin nyata, pernyataan Powell bahwa pemangkasan suku bunga masih akan berlanjut meski bertahap justru dipandang dovish. Pasar menilai hal ini sebagai sinyal likuiditas akan terus longgar, mendorong pelemahan dolar dan penurunan imbal hasil obligasi AS. Kondisi tersebut menjadi katalis positif bagi harga emas.
Selain faktor kebijakan moneter, ketidakpastian geopolitik global juga memperkuat permintaan aset safe haven. Kombinasi melemahnya dolar, turunnya yield, serta arus masuk investasi ke emas membuat logam mulia ini terus berada di jalur penguatan.
Analis menilai, perubahan interpretasi pasar menunjukkan betapa pentingnya konteks siklus moneter dalam membaca arah pidato pejabat The Fed. Nada Powell yang sama bisa ditafsirkan berbeda tergantung fase kebijakan dan ekspektasi investor.(mrv)
Sumber : Newsmaker.id