Trump: “Terlambat, Potong Lebih Besar!”
The Fed memangkas suku bunga 25 bps, tetapi Donald Trump menilai langkah itu terlalu kecil. Ia mendesak pemangkasan yang lebih besar dan cepat, menyebut pemotongan jumbo bisa mendongkrak pasar perumahan. Nada keras Trump menambah tekanan politik di tengah sinyal hati-hati Jerome Powell yang menyebut keputusan ini sebagai “risk management” karena pasar kerja melemah.
Ketegangan makin terasa di dalam dewan. Stephen Miran—ekonom yang baru bergabung dan dekat dengan kubu Trump—menjadi satu-satunya yang berbeda pendapat, memilih pemotongan 50 bps. Powell menegaskan tidak ada dukungan luas untuk langkah sebesar itu, menandakan mayoritas pembuat kebijakan tetap berhitung dan bergantung pada data.
Di sisi lain, dinamika politik menyelimuti independensi bank sentral. Sengketa hukum yang melibatkan Gubernur Lisa Cook serta dorongan untuk merombak komposisi dewan memicu kekhawatiran intervensi. Isu ini berpotensi memperbesar kebisingan kebijakan dan menambah volatilitas ekspektasi pasar terhadap jalur suku bunga ke depan.
Bagi pasar, tarik-menarik ini berarti arah berikutnya akan ditentukan oleh data inflasi dan tenaga kerja, serta bahasa The Fed pada pertemuan mendatang. Jika tekanan politik meningkat sementara data tak mendukung pelonggaran agresif, gap antara ekspektasi dan realita bisa melebar—mendorong fluktuasi di dolar, obligasi, hingga emas dan sektor perumahan.(ads)
Sumber: Newsmaker.id